Showing posts with label Materi Bahasa Indonesia: Mendengarkan dan Menyimpulkan Berita. Show all posts
Showing posts with label Materi Bahasa Indonesia: Mendengarkan dan Menyimpulkan Berita. Show all posts

Sunday, February 2, 2014

“Koran By Heart”, Kisah Tiga Bocah Dalam Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Bismillah …
Melanjutkan berbagi tentang [Dreambook] Program Mencetak Anak Penghafal Al-Qur’an, kali ini saya ingin berbagi informasi sebuah film dokumenter yang inspiratif berjudul “KORAN BY HEART”.
Film dokumenter produksi HBO ini diproduksi tahun 2011 dengan sutradaraGreg Baker menceritakan tentang perjalanan hafidz (penghafal Al-Qur’an) yang berkompetisi dalam Lomba Hafalan Al Qur’an Internasional tahun 2010 di Kairo, Mesir. Lomba ini diadakan oleh pemerintah Mesir setiap tahunnya. Film ini luar biasa dan sangat inspiratif buat para penghafal Al-Quran, sesuai dengan judulnya yang menyampaikan pesan bahwa mereka menghafal Al-Quran tidak sekedar mengandalkan otak melainkan juga menggunakan hati.

Peserta lomba (sebanyak 110 penghafal Al-Qur’an) dari 70 negara hadir, mereka berusia antara 7 – 20 tahun. Tidak ada peng-klasifikasian berdasarkan usia. Usia tidak penting, yang penting adalah hafalannya. Mereka menghadapi tantangan yang berat selama waktu pelaksanaan lomba di bulan Ramadhan, dimana para peserta harus berpuasa di siang hari dan berlomba di malam hari hingga dini hari. Penggunaan komputer dalam perlombaan juga membuat beberapa peserta bertambah gugup. Komputer bertugas untuk memperdengarkan ayat Al-Qur’an, kemudian peserta diminta untuk melanjutkan bacaannya sampai ayat yang telah ditentukan. Penilaian juga meliputi ketepatan makhraj dan tajwid.
Penilaian dilaksanakan oleh beberapa juri yang telah dikenal memiliki kompetensi dalam hafalan Al-Qur’an. Bahasa komunikasi antara juri dengan peserta selama lomba adalah bahasa Arab. Jika peserta salah dalam melanjutkan ayat, namun ia mampu menyadari kesalahannya, maka ia akan dipotong setengah poin. Namun, jika juri yang membetulkan kesalahannya, maka peserta kehilangan satu poin. Kalau salah tiga kali dalam pertanyaan yang sama, maka peserta tidak akan mendapat poin.
Film “Koran by Heart” ini berfokus pada sisi parenting yaitu mengangkat kisah anak – anak sebagai contoh kasus, diantaranya Saidov Nabiollah Muhammad dari TajikistanRifdha Muhammad Rasyid dari Maladewa; danDjamil dari Senegal. Ketiganya adalah mutiara yang kini tersebar di permukaan bumi yang memiliki kesamaan, antara lain:
  1. Sama-sama berusia 10 tahun dan sama-sama telah hafal Al-Qur’an 30 juz;
  2. Tidak satu pun dari ketiga bocah itu yang bisa berbahasa Arab;
  3. Jarak tempat tinggal ketiganya terpisah ribuan kilometer, namun mereka mempelajari Al-Qur’an yang sama.
Melalui fakta ini, sutradara ingin menunjukkan sebuah hikmah dari mukjizat Al-Qur’an yang mudah dihafalkan sehingga terpelihara sepanjang masa, meski para penghafal tidak bisa berbahasa Arab. Begitu juga pesan-pesan keutamaan menjadi penghafal Al-Qur’an dikemas secara apik melalui penggalan kisah sederhana hidup ketiga anak ini. Dalam postingan terpisah akan saya coba sharing tentang bagaimana Greg Baker yang non-muslim ini menggarap sebuah film dokumenter yang mengupas dunia Islam yang menakjubkan, melalui riset yang sungguh-sungguh, sehingga menghasilkan sebuah karya yang menyentuh hati. Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi sineas-sineas Indonesia agar saat mengangkat tema religi tidak malah menyulut konflik karena kekurang-pahamannya akan ajaran Islam dan tradisi yang menyelimutinya sebagai latar belakang.
Selain menggambarkan suasana kompetisi hafidz di Kairo, film ini juga menceritakan kehidupan ketiga bocah muslim tersebut di atas di kampungnya, yaitu tentang sekolah mereka, cita-cita mereka, dan harapan orang tuanya. Adegan bolak-balik dari Kairo dan di negara mereka masing-masing. Gambaran masing-masing perjalanan ketiga anak itu adalah sebagai berikut:
Perjalanan Saidov Nabiollah Muhammad
Saidov Nabiollah MuhammadBerasal dari Tajikistan di sebelah utara Asia dan merupakan negara bekas wilayah Uni-Sovyet, berasal dari ras Kaukasus, dan bahasa sehari-harinya adalah Tajik. Ia belajar di sebuah pesantren yang sangat jauh dari keramaian kota, dibimbing seorang qari bernama Umar. Cara ia menghafal pun sangat mengagumkan setiap ayat dibacakan oleh gurunya lalu ditirukannya begitu seterusnya sampai dia selesai menghafal 30 juz Al-Qur’an. Bocah yang tidak tahu bahasa Arab sama sekali ini mempunyai kelebihan yaitu daya ingat yang luar biasa. Nabiollah terlihat sangat percaya diri, tenang, cerdas, dan ia pun pandai bergaul dengan siapa saja.
Saat perlombaan, ia sempat grogi karena tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan komputer untuk memilih ayat secara acak, sampai ada petugas yang membantunya, dan ketika penggalan surat selesai dibacakan oleh komputer, ia pun harus meneruskannya. Setelah agak tenang ia membaca hafalannya dengan memejamkan mata dan membayangkan tiap kalimat yang dia baca, seperti sedang membuka halaman-halaman Al-Qur’an dalam pikirannya. Masya Allah… sungguh suaranya itu lho … sangat menawan, merdu dan lembut. Sampai salah satu juri senior, Sha’aysha, meneteskan air mata, menangis dan mencium pipi Nabiollah setelah proses tes. Saya merasa merinding mendengar suara dan ketenangan Nabiollah ini. Sayapun melihat istri saya juga meneteskan air mata, dan beberapa kali menyeka matanya yang basah. Saya rekomendasikan Anda sekeluarga nonton film ini deh…
Di bawah ini, bagian film saat Nabiollah mengikuti lomba, termasuk pandangan dari pakar kajian lantunan dan rima Al-Qur’an dari Barat (non-muslim). Mari kita jeda sejenak untuk menyaksikannya.

Dengan skor 95 / 100, akhirnya Nabiollah menjadi juara ke-3, dan ia satu-satunya peserta yang dipilih untuk mentasmi’ Qur’an dihadapan Presiden, pejabat dan masyarakat Kairo dalam Award Ceremony perlombaan tersebut (di malam Lailatul Qadr). Meski tidak bisa berbahasa Arab, ia mampu menghadirkan bacaan Al-Qur’an dengan hati dan menghafal seluruh bacaan dengan sempurna.
Hal yang mengenaskan adalah ketika Nabiollah sedang mengikuti kompetisi internasional ini, pesantrennya dituding sebagai alat penyebar ekstremisme Islam dan akhirnya ditutup. Sungguh fitnah yang sangat keji dari mereka yang islamophobia.
Perjalanan Rifdha Muhammad Rasyid
Rifdha Muhammad RasyidAnak ini berasal dari Maladewa/Maldives yang terletak di Samudra Hindia. Anaknya lucu, aktif dan jenius itu bercita-cita menjadi peneliti. Ia selalu berprestasi di semua mata pelajaran sekolah. Nilainya selalu 100 untuk dua mata pelajaran yang disukainya yaitu Matematika dan Sains.
Rifdha adalah salah satu mutiara muslim di zaman modern ini, ayahnya punya pemahaman Islam yang baik, ia ingin anaknya bisa menempuh pendidikan setinggi-tingginya untuk mencapai cita-citanya sebagai peneliti tanpa meninggalkan kodratnya sebagai muslimah yaitu menjadi istri yang baik bagi suaminya.
Rifdha yang didampingi ayahnya dalam mengikuti lomba, di akhir kompetisi mendapat peringkat dua, dengan skor 97. Ia juga tidak bisa berbahasa Arab, namun diakui juri mampu membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang sempurna.
Perjalanan Djamil

djamilAnak ini berasal dari Senegal, pesisir barat Afrika. Ayahnya adalah seorang imam dan khatib masjid di Senegal, ia berharap kelak Djamil akan menjadi penerusnya, seorang imam lokal yang dihormati dalam lingkungannya. Djamil diajarkan oleh gurunya di Senegal bahwa Islam adalah agama damai dan orang Islam harus menganut prinsip tersebut dalam hidupnya, tetapi pemerintah Senegal menutup sekolah yang dikhawatirkan akan mengembangkan ajaran fundamentalis. Lagi-lagi kebijakan membabi-buta dari pemerintah yang islamophobia.
Seperti keluarga Senegal pada umumnya, Djamil hidup dalam tingkat kesejahteraan yang tidak terlalu baik, sehingga ia tidak ditemani satupun keluarganya saat mengikuti lomba di Kairo, Mesir. Ketika perlombaan, Djamil gugup sekali karena ia tidak paham dengan komunikasi bahasa Arab apalagi mengoperasikan komputer lomba, sehingga dia tidak bisa berkonsentrasi dan tampak kebingungan. Ketika berkali-kali salah membaca ayat yang ditentukan, ia diingatkan oleh juri namun masih juga tidak faham, jelas bahasa menjadi kendalanya. Namun demikian, ia mempunyai kualitas bacaan yang mengagumkan, dengan penghayatannya iapun membaca sambil meneteskan air mata. Meski akhirnya, ia hanya mendapatkan skor 22,4; karena kesalahpahamannya dalam berkomunikasi yang menyebabkan ia salah mengikuti arahan juri.
Sebagai bentuk penghormatan atas kegigihan Djamil dalam menghafal Al-Quran, di-usia yang baru 10 tahun itu ia dipersilahkan membacakan Al-Qur’an di salah satu masjid terbesar di Kairo. Masya Allah… it’s simply beautiful and touching.
Peran orang tua sebagai pondasi dasar
Meski banyak dari mereka yang tidak bisa berbahasa Arab, namun mereka mampu melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan merdu nan indah. Sulit bagi saya untuk menahan emosi ketika menonton film ini. Rasanya bergelora melihat anak-anak seusia anak saya sudah mampu mencapai titik yang saya sendiri belum pernah mencapainya. Untuk itu, saya rekomendasikan kepada para keluarga muslim untuk menonton film ini, biar juga merasakan emosi yang membawa perubahan positif. Film ini benar-benar tontonan keluarga yang inspiratif, mencontohkan betapa pendidikan Al-Qur’an diawali di rumah, dari orangtuanya dulu kepada anak.
Selain ketiga tokoh sentral film ini, saya mengagumi semangat seluruh peserta dari seluruh dunia dalam menghafal Al-Quran. Para hafidz lain yang muncul dalam film dokumenter ini adalah Muhammad (10 th) dari Australia, Susana (17 th) dari Italia, Nu’man (10 th) dari Afrika Selatan, Yasser (7 th) dari Mesir, Abdel (10 th) dari Pakistan, Omar (19 th) dari Nigeria, Abdullah (17 th) dari Mesir – ia menjadi Juara 1, dan masih banyak lagi. Semua kontestan yang ikut dalam kompetisi tersebut adalah manusia luar biasa, karena dalam ingatannya-lah, ayat-ayat Al-Qur’an itu ditanam, dan mereka menjadi bagian dari para penjaga Al-Qur’an sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan seseungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” [QS Al-Hijr: 9]
Mereka dan kita, sama-sama memiliki jumlah waktu 24 jam setiap harinya. Pembedanya yakni sikap kecintaannya pada Al-Qur’an, sehingga mereka optimalkan waktu dan potensi untuk mencapai cita-cita menjadi Hafidzul Qur’an. Kunci keberhasilan mereka lainnya yang ditonjolkan dalam film ini yakni terletak pada peran keluarga. Ayah sebagai kepala keluarga dan pelopor keteladanan memiliki peranan besar menjadi motivator anak untuk menghafal Al-Qur’an. Dukungan kedua orang tua lah yang menjadi pondasi terkuat mereka untuk tetap bersemangat menghafal dan mewujudkan cita-cita menjadi Hafidzul Qur’an, bagian dari generasi pewaris Qur’an yaitu orang-orang yang menjaga orisinalitas Qur’an.
Perlu perjuangan yang sungguh – sungguh untuk menghafal sebanyak 6236 ayat, 540 paragraf dalam 114 surah Al-Qur’an. Sehingga menjadi penghafal Al-Qur’an masih menjadi hal yang berat bagi sebagian masyarakat. Namun, AllahSubhanahu Wa Ta’ala telah menunjukkan pada kita sebaliknya, bahwa faktanya betapa banyak anak-anak di dunia ini yang menorehkan prestasi gemilang sebagai penghafal Al-Qur’an di usia belia. Sesuai dengan firman-Nya:
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” [QS Al-Qamar: 17]
Empat kali ayat tersebut diulang pada surah Al-Qamar. Pengulangan ayat ini merupakan penekanan akan janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa Al-Qur’an telah dimudahkan bagi hamba-Nya untuk dipelajari. Pilihannya adalah, maukah kita mempelajarinya atau tidak.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menambahkan ilmu dan semangat dalam diri kita dan anak cucu kita untuk menjadi pribadi yang cerdas intelektual, peduli sosial, dan penghafal Al-Quran. aamiin.
Salam hangat tetap semangat,
**********
Catatan:
Anda bisa menonton film ini secara online atau mendownloadnya di sini, terjemahan dalam bahasa Inggris sudah ada di dalamnya.
B

Posted By Pak3Haryanto8:36 AM

Friday, August 23, 2013

Materi : Pembelajaran Mendengarkan (2)

KONSEP PEMBELAJARAN MENDENGARKAN

1. Konsep Pembelajaran Mendengarkan
Kompetensi dasar pembelajaran mendengarkan adalah kompetensi berkomunikasi menerima informasi yang harus dikuasai oleh siswa. Proses penguasaan dan pengembangan kompetensi dasar pembelajaran mendengarkan tersebut dilakukan oleh siswa secara terus-menerus dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran mendengarkan yang dilakukan oleh siswa harus merupakan proses pemahiran mendengarkan
yang dilatihkan dan dialami. Ini berarti bahwa konsep pembelajaran mendengarkanyang dilakukan oleh siswa merupakan kegiatan mendengarkan sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat.
Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa konsep pembelajaran mendengarkan dapat disusun sebagai berikut.
  1. Konsep pembelajaran mendengarkan yang dilakukan oleh siswa merupakan kegiatan mendengarkan sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat.
  2. Konsep pembelajaran mendengarkan harus memberikan pengalaman nyata kehidupan sehari-hari dan dunia kerja yang terkait dengan penerapan konsep, kaidah, dan prinsip ilmu yang dipelajari.
  3. Konsep pembelajaran mendengarkan haruslah dilakukan secara berkelompok.
  4. Konsep pembelajaran mendengarkan harus disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.

2. Karakteristik Pembelajaran Mendengarkan
Kerakteristik pembelajaran mendengarkan adalah pembelajaran bahasa lisan yang bersifat menerima informasi/pembelajaran berbahasa pasif. Pembelajaran berbahasa pasif itu meliputi mendengarkan berita, petunjuk, pengumuman, perintah, bunyi atau suara, bunyi bahasa, lagu, kaset, pesan, penjelasan, laporan, ceramah, khutbah, pidato, pembicaraan narasumber, dialog atau percakapan, pengumuman, serta perintah yang didengar dengan memberikan respon secara tepat serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan mendengarkan hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan menonton drama anak.
3. Kriteria Pemilihan dan Penyusunan Bahan Pembelajaran Mendengarkan
Bahan pembelajaran mendengarkan harus memiliki kriteria sebagai berikut:
  1. Bahan pembelajaran mendengarkan merupakan informasi terbaru atau informasi yang up to date yang berbeda dengan informasi-informasi yang telah dipelajarinya.
  2. Bahan pembelajaran mendengarkan merupakan informasi yang berupa masalah yang sedikit melebihi kemampuan siswa.
  3. Bahan pembelajaran mendengarkan haruslah setaraf dengan tingkat perkembangan kognitif siswa.
  4. Bahan pembelajaran mendengarkan haruslah berupa informasi dunia nyata siswa atau pengalaman nyata siswa.
  5. Bahan pembelajaran mendengarkan haruslah disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.


4. Metode Pembelajaran Mendengarkan
a. Simak- Tulis (Dikte)
Dalam teknik ini, guru membacakan atau memperdengarkan sebuah wacana singkat (diperdengarkan cukup satu kali. Siswa mendengarkan atau menyimak dengan baik, lalu menuliskan hasil simakannya.
b. Simak – Terka
Guru mendeskripsikan suatu benda atau  guru menyuruh siswa mendeskripsikan suatu benda yang diperdengarkan atau dibacakan oleh guru. Siswa mendengarkan dengan tekun, lalu menebak benda yang dimaksud.
c. Memperluas Kalimat
Guru menyebutkan sebuah kalimat, siswa menyebutkan kalimat tersebut. Kembali guru mengulangi kalimat tadi. Kemudian guru mengucapkan kata atau kelompok kata lain. Siswa melengkapi kalimat tadi dengan kelompok kata yang disebutkan terakhir oleh guru. Hasilnya adalah kalimat yang sudah diperluas dengan menambahkan kata atau kelompok kata yang telah diucapkan.
d. Simon Berkata
Seorang siswa berperan sebagai Simon dan maju ke depan kelas. Setiap Simon berkata “Silakan duduk” siswa lain menurutinya. Tetapi apabila Simon mengatakan “Simon” siswa lainnya tidak boleh mengikutinya. Kecermatan mendengarkan ucapan Simon menentukan pemberian reaksi yang tepat atau salah. Siswa yang salah mendapat hukuman.
e. Bisik Berantai
Bisik berantai ini dapat dilakukan secara berkelompok atau beberapa siswa. Apabila dilakukan oleh beberapa siswa maka guru membisikkan pada siswa pertama, siswa pertama membisikkan pada siswa kedua dan seterusnya, siswa terakhir harus menuliskan di papan tulis atau menyebutkankalimat tadi dengan nyaring.
f. Menyelesaikan Cerita
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok beranggotakan 3–4 orang. Guru memanggil anggota kelompok pertama, misalnya kelompok 1, ke depan kelas. Kelompok tersebut disuruh bercerita, judulnya bebas atau boleh juga ditentukan oleh guru. Setelah bercerita, beberapa menit kemudian, guru mempersilakannya untuk duduk. Cerita tersebut dilanjutkan oleh kelompok kedua, dan selanjutnya sampai selesai (kelompok empat).
Model ini boleh juga dilakukan dengan cara perorangan dengan cara yang sama.
g. Identifikasi Kata Kunci
Dalam mendengarkan suatu kalimat, paragraf atau wacana, kita tidak perlu menangkap semua kata-kata tetapi cukup diingat kata-kata kunci yang merupakan inti dari pembicaraan karena melalui kata-kata kuncilah menjadi kalimat-kalimat yang utuh sehingga sampai pada bahan simakan yang mempunyai makna yang lengkap.
h. Identifikasi Kalimat Topik
Dalam sebuah wacana terdiri dari beberapa paragraf. Setiap paragraf minimal mengandung dua unsur yaitu kalimat topik dan kalimat pengembang. Kalimat topik bisa terdapat di awal, tengah dan akhir paragraf.
i. Menyingkat/Merangkum
Mendengarkan bahan simakan yang agak panjang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah melalui menyingkat atau merangkum. Menyingkat atau merangkum berarti merangkum bahan yang panjang menjadi sesedikit mungkin. Namun, kalimat yang singkat tersebut dapat mewakili kalimat yang panjang.
j. Parafrase
Suatu cara yang digunakan orang dalam memahami isi puisi adalah dengan cara mengutarakan isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa. Puisi yang sudah direkam atau dibacakan guru diperdengarkan kepada siswa. Setelah selesai, siswa mengutarakan kembali dalam bentuk prosa.
k. Menjawab Pertanyaan
Cara lain untuk mengajarkan mendengarkan yang efektif ialah melalui latihan dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, mengapa, di mana, mana, dan bilamanayang diajukan sesuai dengan bahan simakan.
5. Penentuan Media Pembelajaran Mendengarkan
Media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan guru untuk mempermudah proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan urutan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk menguasai kompetensi dasar. Oleh karena itu, penentuan media pembelajaran selalu berkaitan dengan kompetensi dasar.
Karakteristik pembelajaran mendengarkan adalah pembelajaran berbahasa lisan yang bersifat pasif atau menerima informasi. Media yang dapat digunakan untuk itu adalah alat ucap guru atau siswa atau rekaman yang dibuat oleh guru untuk kepentingan pembelajaran tersebut.
6. Kriteria Penilaian Pembelajaran Mendengarkan
Sesuai dengan namanya tes mendengarkan, bahan tes yang diujikan disampaikan secara lisan dan diterima siswa melalui sarana pendengaran. Menurut Burhan Nurgiyantoro (2001: 239) penilaian mendengarkan dapat dilakukan dengan berbagai cara.
a. Tingkat ingatan
Tes kemampuan mendengarkan pada tingkat ingatan untuk mengingat fakta atau menyebutkan kembali fakta-fakta yang terdapat dalam wacana yang diperdengarkan, dapat berupa nama, peristiwa, angka, dan tahun. Tes bisa berbentuk tes objektif isian singkat atau pilihan ganda.
b. Tingkat pemahaman
Tes pada tingkat pemahaman menuntut siswa untuk memahami wacana yang diperdengarkan. Kemampuan pemahaman yang dimaksud mungkin terhadap isi wacana, hubungan antaride, antarfaktor, antarkejadian, hubungan sebab akibat. Akan tetapi kemampuan pemahaman pada tingkat pemahaman ini belum kompleks benar, belum menuntut kerja kognitif tingkat tinggi. Jadi, kemampuan pemahaman dalam tingkat yang sederhana. Dengan kata lain, butir-butir tes tingkat ini belum sulit.
c. Tingkat Penerapan
Butir-butir tes kemampuan mendengarkan yang dapat dikategorikan tes tingkat penerapan adalah butir tes yang terdiri dari pernyataan (diperdengarkan) dan gambar-gambar sebagai alternatif jawaban yang terdapat di dalam lembar tugas.
d. Tingkat Analisis
Tes kemampuan mendengarkan pada tingkat analisis pada hakikatnya juga merupakan tes untuk memahami informasi dalam wacana yang diteskan. Akan tetapi, untuk memahami informasi atau lebih tepatnya memilih alternatif jawaban yang tepat itu, siswa dituntut untuk melakukan kerja analisis. Tanpa melakukan analisis wacana, jawaban yang tepat secara pasti belum dapat ditentukan. Dengan demikian, butir tes tingkat analisis lebih kompleks dan sulit daripada butir tes pada tingkat pemahaman.
Analisis yang dilakukan berupa analisis detail-detail informasi,  mempertimbangkan bentuk dan aspek kebahasaan tertentu, menemukan hubungan kelogisan, sebab akibat, hubungan situasional, dan lain-lain.


Posted By Pak3Haryanto1:40 PM

Materi : Pembelajaran Mendengarkan (1)

KONSEP MENDENGARKAN
1. Pengertian Mendengarkan
Menurut Burhan (1971:81), mendengarkan adalah suatu proses menangkap, memahami, dan mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Dalam konsep tersebut terdapat tiga tahapan proses mendengarkan. Ketiga tahapan proses mendengarkan itu adalah sebagai berikut.
  1. Tahap menangkap dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.
  2. Tahap memahami dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.
  3. Tahap mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.

2. Tujuan Mendengarkan
Tujuan orang melakukan mendengarkan bermacam-macam. Tarigan, (1981:14) menjelaskan tujuan mendengarkan adalah untuk:
  1. memperoleh informasi yang ada hubungannya dengan profesi
  2. meningkatkan keefektifan berkomunikasi
  3. mengumpulkan data untuk membuat keputusan
  4. memberikan respon yang tepat



Selain itu, Tarigan (1972: 42) menjelaskan tujuan lain dari mendengarkan yaitu untuk:
  1. memperoleh pengetahuan secara langsung atau melalui radio/televisi
  2.  menikmati keindahan audio yang diperdengarkan atau dipagelarkan
  3. mengevaluasi hasil dengaran
  4. mengapresiasi bahan dengaran agar dapat menikmati serta menghargainya.

Tujuan Mendengarkan Menurut Standar Isi
Dalam Permen no. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi terdapat tujuan mendengarkan bagi siswa sekolah dasar. Tujuan tersebut terimplisit dalam Standar Kompetensi, yaitu untuk memahami:
  1. penjelasan tentang petunjuk denah
  2. pengumuman
  3. pantun
  4. penjelasan narasumber
  5. cerita rakyat
  6. cerita tentang suatu peristiwa
  7. cerita pendek anak
  8. wacana lisan
  9. berita
  10. drama pendek

3. Jenis-Jenis Mendengarkan
Tarigan (1983: 22) membagi jenis mendengarkan atas dasar proses mendengar yang diperoleh dari dua jenis yaitu (a) mendengarkan ekstensif, dan (b) mendengarkan intensif.
a. Mendengarkan Ekstensif
Mendengarkan ekstensif adalah proses mendengarkan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: mendengarkan siaran radio, televisi, percakapan orang di pasar, pengumuman, dan sebagainya. Ada empat jenis kegiatan mendengarkan ekstensif, yaitu mendengarkan sekunder, sosial, estetika, dan pasif.
1) Mendengarkan sekunder
Mendengarkan sekunder adalah proses mendengarkan yang terjadi secara kebetulan. Misalnya, seseorang sedang membaca suatu bacaan sambil mendengarkan percakapan orang lain, siaran radio, suara televisi, atau yang lainnya.
2) Mendengarkan sosial
Mendengarkan sosial adalah proses mendengarkan yang dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial atau di tempat umum seperti di pasar, terminal, stasiun, kantor pos, atau di tempat yang umum lainnya.
3) Mendengarkan estetika
Mendengarkan estetika atau mendengarkan apresiatif yaitu proses mendengarkan untuk menikmati dan menghayati keindahan, misalnya mendengarkan pembacaan puisi, rekaman drama, cerita dan lagu.
4) Mendengarkan pasif
Mendengarkan pasif adalah proses mendengarkan suatu yang dilakukan tanpa sadar. Misalnya, kita tinggal di suatu daerah yang menggunakan bahasa daerah. Sedangkan kita sendiri menggunakan bahasa nasional. Setelah beberapa lama tanpa disadari kita dapat mampu menggunakan bahasa daerah tersebut. Kemampuan menggunakan bahasa daerah tersebut dilakukan tanpa sengaja dan tanpa sadar. Tetapi, kenyataannya orang tersebut mampu menggunakan bahasa daerah dengan baik.
b. Mendengarkan Intensif
Mendengarkan intensif adalah proses mendengarkan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan konsentrasi yang tinggi untuk menangkap, memahami, dan mengingat informasinya. Kamidjan dan Suyono, (2002: 12) menjelaskan ciri-cirinya sebagai berikut. Mendengarkan intensif adalah mendengarkan pemahaman yaitu proses mendengarkan dengan tujuan untuk memahami makna pembicaraan dengan baik. Berbeda dengan mendengarkan ekstensif yang lebih menekankan pada hiburan, kontak sosial, dan sebagainya. Mendengarkan intensif memerlukan konsentrasi tinggi yaitu pemusatan pikiran terhadap makna pembicaraan.
Bersambung....

Posted By Pak3Haryanto1:20 PM

Mari Mendengarkan Berita


Pendahuluan

A. Deskripsi Materi

Pernahkah kamu menonton berita atau mendengarkan berita baik dari radio maupun televisi? Tentu seringkan? Untuk apa kamu mendengarkan berita? Tentu saja ada tujuannya. Banyak tujuan mengapa kamu tertarik untuk mendengarkan sebuah berita yang ditayangkan di televisi atau yang  didengarkan dari radio.  Mungkin kamu hanya ingin mengetahui perkembangan berita terakhir  atau hanya ingin memenuhi kesenangan saja. Setelah  mendengarkan berita, tentu tidak semua berita yang kamu dengar dapat diingat kembali secara utuh.  Nah, pada materi ini kita akan mempelajari bagaimana menuliskan  kembali berita yang telah kamu dengar dari rekaman berita.

Kamu tentu telah mengetahui  bahwa mendengarkan adalah salah satu dari empat  keterampilan berbahasa.  Untuk dapat mengetahui apakah berita yang sudah didengar dapat diterima dengan baik, cobalah tuliskan kembali berita yang sudah kamu dengar dengan kalimat sendiri. Untuk mengetahui apakah kalimat berita yang sudah kamu tulis benar atau sesuai, cobalah cocokkan dengan rekaman berita yang dapat kamu putar kembali.
Pelajaran kali ini adalah salah satu untuk melatih konsentrasi kamu dalam mendengarkan sesuatu.



B. Apersepsi, Relevansi, dan Motivasi


Tujuan dari materi ini adalah agar kamu dapat menyimak atau mendengarkan berita dengan baik dan melatih konsentrasi. Selain itu relevansinya dalam kehidupan sehari-hari setelah mempelajari materi ini, kamu dapat  belajar menjadi penulis atau wartawan.

C. Panduan Belajar bagi Guru
  1. Memperhatikan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.
  2. Mengamati siswa dan memastikan siswa mempelajari modul online ini secara berurutan dan bertahap pada tiap bagiannya.
  3. Menyiapkan alat tulis, catatlah bagian yang dianggap penting, dan sulit dipahami oleh siswa.
D. Panduan Belajar bagi Siswa

Untuk mempelajari modul online ini kamu harus:
  1. Ikutilah bagian-bagian bahan modul online ini secara bertahap – berkelanjutan.
  2. Siapkan diri Anda sebagai pembelajar yang mempunyai rasa ingin tahu.
  3. Buatlah catatan-catatan khusus pada buku kamu.
  4. Kerjakan latihan, praktikan tugas yang diminta, dan tes akhir modul (TAM) pada bagian akhir.
  5. Jawablah semua soal pada  TAM  lalu cocokkan dengan rambu-rambu yang ada pada materi.
  6. Setelah itu cocokkan dengan kunci jawaban.
  7. Jangan cepat-cepat membuka kunci jawaban, jika itu kamu lakukan berarti kamu belum percaya diri.
  8. Jawaban benar yang kamu dapatkan menunjukkan kepada kompetensi yang kamu miliki.
  9. Jika kamu mendapat angka skor 80 berarti kamu hebat.
  10. Jika kamu mendapat skor di bawah 80 silakan berlatih kembali.

Kegiatan Belajar 1 : Mendengarkan Berita Olahraga


Tujuan / Indikator
Tujuan / Indikator :
  1. Mampu menjelaskan pengertian berita
  2. Mampu menunjukkan bagian berita yang penting
  3. Mampu menuliskan isi berita dalam satu alinea
Uraian
Apa yang kamu ketahui tentang berita?

(sumber: pustekkom)

Berita atau warta berarti ‘kabar’.  Menulis berita berarti menulis kabar. Berita yang ditulis di koran adalah laporan tentang suatu kejadian  penting dan faktual yang dapat menarik perhatian pembaca.

Menurut J.B. Wahyudi, berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa secara periodik. Misalnya, surat kabar, media elektronik (TV dan radio), dan internet.

Dari definisi atau batasan tentang berita itu, ada empat  unsur penting yang harus diperhatikan dalam sebuah berita, yaitu peristiwa atau pendapat penting, menarik, baru, dan dipublikasikan. Sekarang kamu dapat mengetahui bahwa berita adalah laporan kejadian  atau pendapat yang menarik dan penting lalu  disajikan secepat mungkin kepada khalayak luas. Semakin cepat berita itu sampai kepada pembaca atau pendengar maka akan semakin baik. Sebab, masyarakat selalu ingin cepat  mengetahui perkembangan terakhir dari suatu peristiwa. Misalnya, ada peristiwa gempa bumi yang disertai dengan tsunami. Kamu tentu ingin mengetahui wilayah mana saja yang terkena bencana tersebut, berapa orang yang menjadi korban gempa, bagaimana dampak yang ditimbulkan. Apalagi jika peristiwa tersebut juga menimpa sanak saudara. Tentu rasa ingin tahu kamu sangat tinggi.

Berlatih menulis berita dapat dilakukan dengan cara mendengarkan berita yang ditayangkan baik secara audio (radio) maupun audio visual (TV). Setelah kamu mendengarkan berita dari TV atau radio, cobalah menuliskan kembali kalimat-kalimat yang penting menjadi satu paragraf/alinea.
Untuk dapat menulis berita dengan baik, kamu harus dapat mendengarkan berita secara saksama. Perhatikan bagian-bagian penting dari berita yang disajikan. 



Setelah kamu memahami apa yang menjadi bagian terpenting dari suatu berita. Mari kita berlatih menyimak berita.
Silakan siapkan kertas dan alat tulismu!




Simaklah rekaman tersebut! Usahakan hanya satu kali mendengarkan.
Jawablah pertanyaan berikut pada kertas yang telah kamu siapkan.
1. Apa topik berita yang kamu dengar?
2. Di mana  peristiwa itu terjadi ?
3. Kapan kejadian itu berlangsung?
4. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa  tersebut?
5. Bagaimana urutan kejadian peristiwa itu?

Sudahkah kamu menjawab dengan benar pertanyaan di atas? Jika belum benar, cobalah untuk mencocokkan jawaban dengan cara klik kembali rekaman berita tersebut.
Setelah kamu mendengarkan rekaman berita olah raga, sekarang tuliskan isi berita  pada kertas kerja yang telah kamu siapkan. Jika sudah selesai, bersama teman atau guru mintalah untuk dinilai.
Untuk mencocokkan jawaban, kamu dapat mengklik kembali rekaman berita tersebut.
Rangkuman
Berita adalah laporan tentang suatu kejadian penting dan faktual. Berita dipublikasikan melalui media massa secara periodik. Misalnya, surat kabar, media elektronik (TV dan radio), dan internet. Sebelum menuliskan berita, harus memperhatikan unsur-unsur menulis berita yaitu 5W + 1H (apa, di mana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana). Selain itu, unsur berita kamu dapat menentukan pula bagian yang penting dari berita tersebut. Bagian mana yang akan dipentingkan, misalnya waktu kejadian atau pelaku yang dipentingkan. Setelah mendengarkan rekaman berita maka tuliskan bagian  penting  berita tersebut dalam selembar kertas kerja.
Kegiatan Belajar 2 : Mendengarkan Berita dengan Tema Bencana Alam

Tujuan / Indikator
Tujuan / Indikator

1. Mampu menyusun kronologi berita
2. Mampu menentukan letak kalimat penting yang ada di dalam berita
3. Mampu menulis berita dari berita dengan topik bencana alam yang diperdengarkan
Uraian
Pengertian Menyusun Kronologi

Menurut Dja’far H. Assegaf,  berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang terbaru, yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi – segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.
Sebelum menulis berita, sebaiknya menyusun bagian-bagian yang penting untuk disampaikan. Umumnya, wartawan akan mencatat kronologi peristiwa, data-data dan informasi penting, kutipan pernyataan narasumber yang dianggap penting dan menarik, serta ide-ide penulisan yang tanpa sengaja muncul saat melakukan liputan.



  1. Headline
    Headline biasa disebut judul. Sering juga dilengkapi dengan anak judul. Ia berguna untuk: (1) menolong pembaca agar segera mengetahui peristiwa yang akan diberitakan; (2) menonjolkan satu berita dengan dukungan teknik grafika.
  2. Deadline
    Deadline terdiri atas nama media massa, tempat kejadian dan tanggal kejadian.
  3. Lead
    Lead lazim disebut teras berita, ditulis pada paragraf pertama.  Unsur paling penting, yang menentukan apakah isi berita akan dibaca atau tidak. Ia merupakan sari pati sebuah berita, yang melukiskan seluruh berita secara singkat.
  4.  Body
    Body atau tubuh berita, isinya menceritakan peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian body merupakan perkembangan berita.

Saat menulis berita apa yang akan dipentingkan dapat ditonjolkan pada bagian yang mana, apakah waktu kejadian, jumlah orang yang terlibat, siapa saja orang yang menjadi korban atau bagaimana peristiwa itu terjadi.

Apa saja yang harus ada dalam menulis berita?



Setelah kamu dapat menentukan bagian-bagian yang penting dalam rekaman berita yang kamu dengar, cobalah kamu susun kalimat beritanya. Dalam menyusun kalimat berita bagian yang penting diletakkan di awal paragraf.

Untuk memahami materi kegiatan belajar 2 ini, marilah dengarkan rekaman berita di bawah ini!






Setelah kamu berlatih mendengarkan rekaman berita, sekarang kamu mengetahui apa yang paling dipentingkan pada kutipan berita tersebut.
a. Berapa jumlah korban pada kejadian tersebut?
b. Di mana lokasi kejadian bencana banjir tersebut?
Rangkuman
Menuliskan kembali berita yang didengar perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah kronologi berita. Berita harus disusun secara berurutan dari bagian yang sangat penting hingga bagian yang tidak begitu penting. Untuk mengetahui kepentingan berita dapat disusun berdasarkan unsur-unsur berita 5W + 1H. Silakan tentukan bagian mana yang penting itulah yang didahulukan.
Untuk dapat menuliskan kembali berita silakan berlatih mendengarkan berita lalu membuat catatan penting di kertas kerjamu.

Penutup

Rangkuman
Hampir setiap hari kita mendengarkan berita, baik yang ditayangkan oleh TV ataupun radio. Berita ditayangkan karena ada informasi penting yang akan disampaikan. Setelah mendengarkan berita, kita harus dapat menentukan  bagian penting dari berita tersebut, dapat menyimpulkan isi berita, dan dapat menyusun berita dengan kalimat sendiri.

Jika kamu akan berlatih menjadi penulis berita yang baik, cobalah buat rekaman berita dari TV atau radio lalu kamu tuliskan kembali isi berita tersebut. Setelah itu kamu cocokan kembali isi berita yang kamu tulis tersebut dengan cara memutarkan kembali rekaman tersebut.

Untuk memahami suatu berita ada beberapa unsur yang harus diperhatikan, yaitu 5 W+1H (apa, di mana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana).
Tes Akhir Modul
Kerjakan tes akhir modul ini dengan memilih jawaban yang paling benar!


Posted By Pak3Haryanto6:03 AM

Mari Mendengarkan Berita


Pendahuluan

A. Deskripsi Materi

Pernahkah kamu menonton berita atau mendengarkan berita baik dari radio maupun televisi? Tentu seringkan? Untuk apa kamu mendengarkan berita? Tentu saja ada tujuannya. Banyak tujuan mengapa kamu tertarik untuk mendengarkan sebuah berita yang ditayangkan di televisi atau yang  didengarkan dari radio.  Mungkin kamu hanya ingin mengetahui perkembangan berita terakhir  atau hanya ingin memenuhi kesenangan saja. Setelah  mendengarkan berita, tentu tidak semua berita yang kamu dengar dapat diingat kembali secara utuh.  Nah, pada materi ini kita akan mempelajari bagaimana menuliskan  kembali berita yang telah kamu dengar dari rekaman berita.

Kamu tentu telah mengetahui  bahwa mendengarkan adalah salah satu dari empat  keterampilan berbahasa.  Untuk dapat mengetahui apakah berita yang sudah didengar dapat diterima dengan baik, cobalah tuliskan kembali berita yang sudah kamu dengar dengan kalimat sendiri. Untuk mengetahui apakah kalimat berita yang sudah kamu tulis benar atau sesuai, cobalah cocokkan dengan rekaman berita yang dapat kamu putar kembali.
Pelajaran kali ini adalah salah satu untuk melatih konsentrasi kamu dalam mendengarkan sesuatu.



B. Apersepsi, Relevansi, dan Motivasi


Tujuan dari materi ini adalah agar kamu dapat menyimak atau mendengarkan berita dengan baik dan melatih konsentrasi. Selain itu relevansinya dalam kehidupan sehari-hari setelah mempelajari materi ini, kamu dapat  belajar menjadi penulis atau wartawan.

C. Panduan Belajar bagi Guru
  1. Memperhatikan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.
  2. Mengamati siswa dan memastikan siswa mempelajari modul online ini secara berurutan dan bertahap pada tiap bagiannya.
  3. Menyiapkan alat tulis, catatlah bagian yang dianggap penting, dan sulit dipahami oleh siswa.
D. Panduan Belajar bagi Siswa

Untuk mempelajari modul online ini kamu harus:
  1. Ikutilah bagian-bagian bahan modul online ini secara bertahap – berkelanjutan.
  2. Siapkan diri Anda sebagai pembelajar yang mempunyai rasa ingin tahu.
  3. Buatlah catatan-catatan khusus pada buku kamu.
  4. Kerjakan latihan, praktikan tugas yang diminta, dan tes akhir modul (TAM) pada bagian akhir.
  5. Jawablah semua soal pada  TAM  lalu cocokkan dengan rambu-rambu yang ada pada materi.
  6. Setelah itu cocokkan dengan kunci jawaban.
  7. Jangan cepat-cepat membuka kunci jawaban, jika itu kamu lakukan berarti kamu belum percaya diri.
  8. Jawaban benar yang kamu dapatkan menunjukkan kepada kompetensi yang kamu miliki.
  9. Jika kamu mendapat angka skor 80 berarti kamu hebat.
  10. Jika kamu mendapat skor di bawah 80 silakan berlatih kembali.


Kegiatan Belajar 1 : Mendengarkan Berita Olahraga



Tujuan / Indikator
Tujuan / Indikator :
  1. Mampu menjelaskan pengertian berita
  2. Mampu menunjukkan bagian berita yang penting
  3. Mampu menuliskan isi berita dalam satu alinea
Uraian
Apa yang kamu ketahui tentang berita?

(sumber: pustekkom)

Berita atau warta berarti ‘kabar’.  Menulis berita berarti menulis kabar. Berita yang ditulis di koran adalah laporan tentang suatu kejadian  penting dan faktual yang dapat menarik perhatian pembaca.

Menurut J.B. Wahyudi, berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa secara periodik. Misalnya, surat kabar, media elektronik (TV dan radio), dan internet.

Dari definisi atau batasan tentang berita itu, ada empat  unsur penting yang harus diperhatikan dalam sebuah berita, yaitu peristiwa atau pendapat penting, menarik, baru, dan dipublikasikan. Sekarang kamu dapat mengetahui bahwa berita adalah laporan kejadian  atau pendapat yang menarik dan penting lalu  disajikan secepat mungkin kepada khalayak luas. Semakin cepat berita itu sampai kepada pembaca atau pendengar maka akan semakin baik. Sebab, masyarakat selalu ingin cepat  mengetahui perkembangan terakhir dari suatu peristiwa. Misalnya, ada peristiwa gempa bumi yang disertai dengan tsunami. Kamu tentu ingin mengetahui wilayah mana saja yang terkena bencana tersebut, berapa orang yang menjadi korban gempa, bagaimana dampak yang ditimbulkan. Apalagi jika peristiwa tersebut juga menimpa sanak saudara. Tentu rasa ingin tahu kamu sangat tinggi.

Berlatih menulis berita dapat dilakukan dengan cara mendengarkan berita yang ditayangkan baik secara audio (radio) maupun audio visual (TV). Setelah kamu mendengarkan berita dari TV atau radio, cobalah menuliskan kembali kalimat-kalimat yang penting menjadi satu paragraf/alinea.
Untuk dapat menulis berita dengan baik, kamu harus dapat mendengarkan berita secara saksama. Perhatikan bagian-bagian penting dari berita yang disajikan. 



Setelah kamu memahami apa yang menjadi bagian terpenting dari suatu berita. Mari kita berlatih menyimak berita.
Silakan siapkan kertas dan alat tulismu!




Simaklah rekaman tersebut! Usahakan hanya satu kali mendengarkan.
Jawablah pertanyaan berikut pada kertas yang telah kamu siapkan.
1. Apa topik berita yang kamu dengar?
2. Di mana  peristiwa itu terjadi ?
3. Kapan kejadian itu berlangsung?
4. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa  tersebut?
5. Bagaimana urutan kejadian peristiwa itu?

Sudahkah kamu menjawab dengan benar pertanyaan di atas? Jika belum benar, cobalah untuk mencocokkan jawaban dengan cara klik kembali rekaman berita tersebut.
Setelah kamu mendengarkan rekaman berita olah raga, sekarang tuliskan isi berita  pada kertas kerja yang telah kamu siapkan. Jika sudah selesai, bersama teman atau guru mintalah untuk dinilai.
Untuk mencocokkan jawaban, kamu dapat mengklik kembali rekaman berita tersebut.
Rangkuman
Berita adalah laporan tentang suatu kejadian penting dan faktual. Berita dipublikasikan melalui media massa secara periodik. Misalnya, surat kabar, media elektronik (TV dan radio), dan internet. Sebelum menuliskan berita, harus memperhatikan unsur-unsur menulis berita yaitu 5W + 1H (apa, di mana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana). Selain itu, unsur berita kamu dapat menentukan pula bagian yang penting dari berita tersebut. Bagian mana yang akan dipentingkan, misalnya waktu kejadian atau pelaku yang dipentingkan. Setelah mendengarkan rekaman berita maka tuliskan bagian  penting  berita tersebut dalam selembar kertas kerja.
Kegiatan Belajar 2 : Mendengarkan Berita dengan Tema Bencana Alam

Tujuan / Indikator
Tujuan / Indikator

1. Mampu menyusun kronologi berita
2. Mampu menentukan letak kalimat penting yang ada di dalam berita
3. Mampu menulis berita dari berita dengan topik bencana alam yang diperdengarkan
Uraian
Pengertian Menyusun Kronologi

Menurut Dja’far H. Assegaf,  berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang terbaru, yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi – segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.
Sebelum menulis berita, sebaiknya menyusun bagian-bagian yang penting untuk disampaikan. Umumnya, wartawan akan mencatat kronologi peristiwa, data-data dan informasi penting, kutipan pernyataan narasumber yang dianggap penting dan menarik, serta ide-ide penulisan yang tanpa sengaja muncul saat melakukan liputan.



  1. Headline
    Headline biasa disebut judul. Sering juga dilengkapi dengan anak judul. Ia berguna untuk: (1) menolong pembaca agar segera mengetahui peristiwa yang akan diberitakan; (2) menonjolkan satu berita dengan dukungan teknik grafika.
  2. Deadline
    Deadline terdiri atas nama media massa, tempat kejadian dan tanggal kejadian.
  3. Lead
    Lead lazim disebut teras berita, ditulis pada paragraf pertama.  Unsur paling penting, yang menentukan apakah isi berita akan dibaca atau tidak. Ia merupakan sari pati sebuah berita, yang melukiskan seluruh berita secara singkat.
  4.  Body
    Body atau tubuh berita, isinya menceritakan peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian body merupakan perkembangan berita.

Saat menulis berita apa yang akan dipentingkan dapat ditonjolkan pada bagian yang mana, apakah waktu kejadian, jumlah orang yang terlibat, siapa saja orang yang menjadi korban atau bagaimana peristiwa itu terjadi.

Apa saja yang harus ada dalam menulis berita?



Setelah kamu dapat menentukan bagian-bagian yang penting dalam rekaman berita yang kamu dengar, cobalah kamu susun kalimat beritanya. Dalam menyusun kalimat berita bagian yang penting diletakkan di awal paragraf.

Untuk memahami materi kegiatan belajar 2 ini, marilah dengarkan rekaman berita di bawah ini!





Setelah kamu berlatih mendengarkan rekaman berita, sekarang kamu mengetahui apa yang paling dipentingkan pada kutipan berita tersebut.
a. Berapa jumlah korban pada kejadian tersebut?
b. Di mana lokasi kejadian bencana banjir tersebut?
Rangkuman
Menuliskan kembali berita yang didengar perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah kronologi berita. Berita harus disusun secara berurutan dari bagian yang sangat penting hingga bagian yang tidak begitu penting. Untuk mengetahui kepentingan berita dapat disusun berdasarkan unsur-unsur berita 5W + 1H. Silakan tentukan bagian mana yang penting itulah yang didahulukan.
Untuk dapat menuliskan kembali berita silakan berlatih mendengarkan berita lalu membuat catatan penting di kertas kerjamu.

Penutup

Rangkuman
Hampir setiap hari kita mendengarkan berita, baik yang ditayangkan oleh TV ataupun radio. Berita ditayangkan karena ada informasi penting yang akan disampaikan. Setelah mendengarkan berita, kita harus dapat menentukan  bagian penting dari berita tersebut, dapat menyimpulkan isi berita, dan dapat menyusun berita dengan kalimat sendiri.

Jika kamu akan berlatih menjadi penulis berita yang baik, cobalah buat rekaman berita dari TV atau radio lalu kamu tuliskan kembali isi berita tersebut. Setelah itu kamu cocokan kembali isi berita yang kamu tulis tersebut dengan cara memutarkan kembali rekaman tersebut.

Untuk memahami suatu berita ada beberapa unsur yang harus diperhatikan, yaitu 5 W+1H (apa, di mana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana).
Tes Akhir Modul
Kerjakan tes akhir modul ini dengan memilih jawaban yang paling benar!


Posted By Pak3Haryanto6:03 AM