Showing posts with label Menulis Paragraf Naratif. Show all posts
Showing posts with label Menulis Paragraf Naratif. Show all posts

Sunday, October 5, 2014

Paragraf Naratif


PARAGRAF NARATIF
Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan           serangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya
Ciri-ciri paragraf naratif
ü  Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
ü  Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
ü  Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)
Macam / pola pengembangan paragraf naratif
1.    Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar)
2.    Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen, novel dll)

Contoh-contoh paragraf naratif
     Pernah suatu ketika aku bermimpi bertemu seorang kakek berjenggot panjang yang menyuruhku untuk pergi ke arah timur . Aku tidak mengerti apa maksudnya. Sesudah bangun , keinginan untuk memenuhi perintah si kakek itu seperti tidak terbendung. Aku harus pergi ke arah timur. Timur…timur mana ? Jakarta Timur? ……( Narasi sugestif)

    Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Ia mengayunkan pedang itu dengan cepat ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar.Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal (Narasi sugestif)

    Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Bayangkan pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan sarapan anak-anakku. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-anakku masih kecil. Sambil aku ganti baju kerja, aku sempatkan menyuapi anakku yang paling kecil. Setelah beres urusan rumah, segera aku berlari untuk mengejar angkutan yang mengangkutku ke jalan raya yang dilalui bus.(Narasi ekspositoris)

    Ratusan warga mengalami keracunan. Musibah itu terjadi enam jam setelah mereka menikmati hidangan dalam hajatan sunatan di rumah Slamet Riyadi (38), warga Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 200 penduduk dari beberapa desa dibawa ke rumah sakit di puskesmas. Tak ada korban meninggal dalam musibah tersebut. ( Narasi ekspositoris)


Posted By Pak3Haryanto11:50 PM

Thursday, October 2, 2014

Jenis-Jenis Paragraf

Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas :
1. Paragraf argumentasi
2. Paragraf eksposisi
3. Paragraf deskripsi
4. Paragraf persuasi
5. Paragraf naratif
1. PARAGRAF ARGUMENTASI
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca
Ciri-ciri paragraf argumentasi

  1.  bersifat nonfiksi /ilmiah
  2.  bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran
  3.  dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel, gambar dll
  4.  ditutup dengan kesimpulan

2.  PARAGRAF DESKRIPSI
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua yang ditulis oleh penulis
Ciri-ciri paragraf deskripsi

  1. Menggambarkan /melukiskan objek tertentu (orang, tempat, keindahan alam dll)
  2. Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek

3.  PARAGRAF EKSPOSITIF

Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang
Ciri-ciri paragraf Ekspositif

  1. bersifat nonfiksi/ilmiah
  2. bertujuan menjelaskan/memaparkan
  3. berdasarkan fakta
  4.  tidak bermaksud mempengaruhi
4.  PARAGRAF PERSUASIF
Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk seseorang atau pembaca agar melaksanakan /menerima keinginan penulis
Ciri-ciri paragraf persuasif

  1.  ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk pembaca
  2. bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca
  3. menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca

5.  PARAGRAF NARATIF
Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan serangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya
Ciri-ciri paragraf naratif

  1.  Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
  2. Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
  3. Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)

Posted By Pak3Haryanto10:18 PM

Wednesday, August 21, 2013

Latihan & Tes Mengubah Teks Wawancara menjadi Bentuk Narasi

Latihan 1
Simak Video berikut, kemudian kerjaka soal latihan dibawahnya!


Latihan 2


Latihan 3


Latihan 3

Posted By Pak3Haryanto9:41 AM

Mengubah Teks Wawancara menjadi Bentuk Narasi

Pendahuluan
Pernahkah kalian menonton acara wawancara dengan tokoh idola atau wawancara dengan tokoh politik? Coba kalian perhatikan video wawancara berikut ini :
Kompetensi
Standar kompetensi:
Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat.

Kompetensi dasar:
Mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung.

Setelah mempelajari materi ini, maka diharapkan siswa mampu:
1. Menjelaskan pengertian wawancara
2. Menyebutkan jenis-jenis wawancara
3. Menentukan hal-hal penting dalam wawancara
4. Menyebutkan cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi
5. Mengubah wawancara menjadi naras
.
Materi
Pengertian Wawancara
Dari video wawancara di atas, apa yang dapat kalian simpulkan tentang wawancara?

Wawancara (Interview) adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu; ini merupakan proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Dalam proses wawancara terdapat 2 (dua) pihak dengan kedudukan yang berbeda. Pihak pertama berfungsi sebagai penanya, disebut pula sebagai pewawancara, sedang pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi, narasumber atau informan. Pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan, meminta keterangan atau penjelasan, sambil menilai jawaban- jawabannya.

Pihak narasumber diharap mau memberikan keterangan serta penjelasan, dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya. Maka wawancara ini dapat dipandang sebagai metoda pengumpulan data dengan tanya jawab sepihak, yang dilakukan secara sistematis dan berdasarkan tujuan wawancara.
Jenis-Jenis Wawancara

Ada bermacam-macam jenis wawancara sesuai dengan tujuannya ataupun sifat-sifat yang lain yang ada dalam wawancara, seperti jumlah orang yang diwawancarai dan menurut peranan yang dimainkan.
1. Menurut tujuannya, wawancara dapat dibedakan menjadi empat,  yaitu:
    (untuk mendengarkan penjelasan, silahkan klik gambar berikut) 
                 


            

2. Menurut jumlah orang yang diinterview, wawancara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:    
   (untuk mendengarkan penjelasan, silahkan klik gambar berikut)     

     

3. Menurut peranan yang dimainkan, wawancara dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
    (untuk mendengarkan penjelasan, silahkan klik gambar berikut)
   
Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Perhatikan contoh teks atau naskah wawancara berikut ini! (cari contoh video wawancara dengan tokoh, buat teks wawancaranya)

Topik : Olahraga
Narasumber : Irfan Bachdim
Pewawancara : Reporter dari MNC TV
W (wartawan), N (narasumber)

W :Bagaimana perasaannya mencetak gol pertama untuk Indonesia?
N : Saya sangat bangga dan senang bisa mencetak gol.
W : Bagaimana perasaanmu menjadi bagian Timnas Indonesia?
N : Ya, pastinya saya sangat bangga sekali bermain untuk Timnas Indonesia, karena saya berdarahn campuran Indonesia. Dan saya yang     terpenting sekarang adalah fokus kepada    pertandingan AFF dan mencoba untuk  memenangkannya. Karena kita belum pernah menang    sebelumnya, jadi kita berharap menang tahun ini.
W : Siapa partner terbaik kamu di lini depan?
N : Saya bisa bermain dengan Christian Gonzales dan Bambang Pamungkas. Keduanya sangat bagus dan               saya ingin belajar dari mereka, karena mereka idola saya di Timnas.
W : Tim mana yang menurut kamu paling kuat?
N : Tim terkuat di grup A sudah pasti Indonesia.
W : Bagaimana dengan Thailand?
N : Ya, saya pikir Thailand cukup bagus, tapi saya tidak takut dengan lawan kita, karena kita pasti akan     bermain bagus  sehingga kita bisa mengalahkan mereka.
W : Kita berharap kamu bisa mencetak gol lagi untuk Indonesia, Bagaimana perasaanmu?
N : Tidak penting siapa yang akan mencetak gol, yang terpenting untuk kita memenangkan pertandingan. Jadi saya tidak harus mencetak gol, saya tidak punya target pribadi. Dan bila saya   tidak mencetak gol selama turnamen ini, tidak masalah bagi saya, asalkan kita menang dalam turnamen ini, saya senang.
Pokok Isi Wawancara
Untuk mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi, ada hal-hal penting atau informasi-informasi penting yang merupakan pokok isi wawancara yang perlu diperhatikan. Coba kalian perhatikan hal-hal penting berdasarkan kutipan berikut:

Pengubahan Wawancara menjadi Narasi
Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Untuk dapat membuat narasi yang baik, kamu harus bisa mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tak langsung.

Ditinjau dari penggunaan ujarannya, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Keduanya merupakan kalimat berita

Kalimat Langsung
  •  Kalimat langsung adalah kalimat yang di dalamnya terdapat (mengutip, memetik, mengambil) ucapan langsung seseorang.
  • Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa: kalimat berita, kalimat tanya atau kalimat perintah.
  • Bagian kutipan biasanya ditandai dengan tanda petik ( “....” )

Kalimat Tidak Langsung
  • Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain.
  • Jika diperlukan dapat menggunakan kata tanya (apa, bagaimana, siapa), kata hubung (bahwa, agar, karena), kata depan (tentang). 
Contoh :
Agar kamu dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut:
                1. Bacalah teks wawancara dengan cermat.
                2. Catatlah pokok-pokok isi wawancara.
                3. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara.
                4. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi.
                5. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup.
Agar kalian lebih jelas lagi, Bagaimana mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi, coba kalian perhatikan secara seksama contoh berikut. Teks wawancara yang akan digunakan adalah hasil wawancara antara wartawan dan Irfan Bachdim. Kutipan jawaban Irfan dapat digunakan untuk menentukan pokok-pokok isi wawancara dan narasi. 
Bentuk narasinya sebagai berikut :
Kalimat yang dicetak tebal merupakan narasi yang tertera pada tabel di atas, tetapi tidak semua narasi digunakan dalam paragraf tersebut.

Posted By Pak3Haryanto8:54 AM

Tuesday, August 20, 2013

Menulis Paragraf Naratif

Kompetensi
Kompetensi Dasar
  • Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragaraf naratif.
Indikator
  1. Mendefinisikan paragraf naratif
  2. Menentukan paragraf narasi ekspositif
  3. Menentukan topik-topik paragraf
  4. Menentukan langkah-langkah menulis paragraf
  5. Membuat kerangka sesuai topik
  6. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf naratif
  7. Memperbaiki kesalahan teknik penulisan (susunan kalimat, pilihan kata, dan ejaan)
  8. Melengkapi paragraf naratif dengan kata penghubung.
Pengertian Paragraf Naratif
Anda pasti pernah menuliskan kalimat dalam beberapa paragraf. Akan tetapi, tahukah Anda jenis paragraf yang Anda tulis tersebut? Berdasarkan jenisnya paragraf dibedakan menjadi paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, argumentatif, dan persuasif.
Nah, apakah paragraf yang Anda tulis berupa cerita yang dikisahkan secara berurutan? Misalnya, ada tokohnya, ada tempatnya, ada urutan waktunya (kronologis)? Apabila ya, maka paragraf tersebut termasuk paragraf naratif. Jadi, paragraf naratif adalah paragraf berbentuk cerita atau kisahan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian. Dalam paragraf naratif, kita harus bisa menghadirkan tulisan yang membawa pembaca pada petualangan seperti yang kita alami. Dengan demikian, para pembaca akan merasakan urutan waktu yang digambarkan dalam tulisan. Urutan waktu yang diisi dengan berbagai kegiatan tersebut akan menghasilkan tulisan naratif yang menarik untuk dibaca. Tulisan naratif bertujuan menjelaskan sesuatu dalam bentuk kisahan. Hal yang dijelaskan dapat berupa kejadian yang sesungguhnya maupun kejadian rekaan (fiktif). Paragraf yang dituliskan berdasarkan rekaan atau khayalan (tulisan fiktif) disebut dengan paragraf narasi sugestif. Paragraf yang dituliskan berdasarkan kenyataan atau pengalaman disebut paragraf narasi ekspositoris.
Paragraf Narasi Sugestif
Contoh Paragraf Narasi sugestif
Dibandingkan dengan hidup manusia yang susah, nasibku jauh lebih baik. Bukankah menjadi binatang piaraan Tuan Konglo yang kaya raya merupakan keberuntungan tak ternilai? Aku tak tahu persis alasan Tuan Konglo memeliharaku. Bukankah dia bisa membeli anjing yang lebih bermartabat dibanding aku? Rupanya ada kisah khusus tentang diriku. Menurut obrolan Bibi Tintin, pembantu Tuan Konglo, dulu aku terserempet mobil Tuan Konglo. Untuk menebus rasa bersalahnya, Tuanku memelihara aku.
“Gembong! Jaga rumah ya. Kalau ada orang mencurigakan, langsung serang. Gigimu masih tajam, kan?” Tuan Konglo menyodorkan daging sapi. Kujawab dengan gonggongan kecil. Tanda aku sangat setuju. Tuanku senang. Ia mengelus-elus buluku. Aku pun merasa tersanjung.
Paragraf Narasi Ekspositoris
Contoh Paragraf Narasi ekpositoris
Seperti biasa, setiap hari pukul 06.00 Beny sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Akan tetapi, Senin pagi itu berbeda dari hari biasanya. Jam yang biasanya berdering membangunkannya tidak berdering. Dia bangun terlambat. Jam sudah menunjukkan angka enam. Dia terburu-buru melompat dari tempat tidur dan hanya sempat membasuh muka. Dia kayuh sepedanya dengan cepat. Sekitar tiga ratus meter menjelang sekolah, ban sepedanya kempis. Akhirnya, dia mendorong sepeda sampai ke sekolah. Setibanya di depan sekolah pintu gerbang sudah ditutup, dia hanya sempat menuliskan nama dan memberikannya kepada guru piket. Dia dianjurkan pulang dan belajar di rumah. Sungguh malang nasib Beny hari itu.
Dari kedua contoh tersebut dapat diidentifikasi ciri paragraf naratif yakni ada urutan cerita, ada tokoh, ide pokok menyebar di setiap kalimat, dan hubungan antarkalimatnya padu (kohesi dan koherensi).
Topik Paragraf Naratif
Topik mengenai apa saja dapat kita kembangkan menjadi paragraf naratif asalkan prinsip-prinsip dalam penulisan paragraf naratif kita perhatikan, yaitu ada tokoh pengisi cerita, merangkaikan peristiwa dalam cerita, cerita disajikan sesuai dengan urutan waktu dan kejadian, cerita memiliki latar (setting) yang digambarkan dengan jelas, mempunyai jalan cerita (alur).
Misal: Keadaan Aryo. Nah, Anda dapat membuat narasi dengan topik itu. Nanti Anda mencoba mengembangkan.
Cermatilah topik-topik berikut!
Contoh topik paragraf naratif
  1. Aktivitas Sehari-hari
  2. Pengalaman yang mengesankan
  3. Berdarmawisata
Topik-topik tersebut dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif karena uraiannya berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa.
Contoh topik yang tidak dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif:
  1. Proses pembuatan batik 
  2. Jauhilah narkoba
  3. Cara belajar yang efektif
Topik a dan c tepat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi dan topik b tepat dikembangkan menjadi paragraf persuasi
Menulis Paragraf Naratif
Jika ingin menulis paragraf naratif, Anda perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.
  • Menentukan topik
  • membuat kerangka
  • menulis paragraf (mengembangkan kerangka)
  • mengedit tulisan.
Contoh
Topik : Keadaan Aryo
Kerangka topik
  1. Aryo mahasiswa Fakultas Pertanian IPB tahun ke –5 
  2. Sedang menyusun skripsi akhir
  3. Diterima bekerja di pabrik/perusahaan permen
  4. Gaji cukup, fasilitas menarik
  5.  Ayahnya sudah pensiun tahun lalu
  6. Adiknya masuk perguruan tinggi 
  7. Aryo menyusun skripsi, sambil bekerja
Contoh pengembangan kerangka:
Aryo adalah mahasiswa Fakultas Pertanian IPB tahun ke –5, saat ini ia sedang menyusun skripsi. Karena biaya untuk menulis skripsi tidak ada, ia melamar ke perusahaan permen. Sungguh sangat beruntung, ia diterima di perusahaan tersebut. Gajinya cukup besar di samping itu ia mendapat fasilitas yang cukup menarik. Ayahnya sudah pensiun tahun lalu sehingga kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Adiknya yang mau masuk perguruan tinggi menjadi tanggung jawab Aryo. Ia menyusun skripsinya sambil bekerja. Memang Aryo adalah anak yang cerdas dan murah hati.
Menyunting Paragraf
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pada saat menyunting paragraf adalah
  • kesesuaian isi paragraf dengan topik 
  • kesesuaian isi paragraf dengan kerangka
  • penggunaan kalimat yang koherensi (padu), kalimat pertama harus berkaitan dengan kalimat kedua. Kalimat kedua berhubungan dengan kalimat ketiga dst.
  • ejaan dan pilihan katanya (baku atau tidak, tepat atau tidak)
Contoh
R.A Kartini dilahirkan pada tanggal 21-4-1879 di Mayong Kabupaten Jepara. Ia puteri yang kelima dari Bupati Jepara, R.M. Adipati Sosroningrat. Saudara Kartini berjumlah 11 orang, lima orang puteri dan enam orang putera. Ketika Kartini berumur 7 tahun, ia dimasukkan oleh orang tuanya ke sekolah kelas dua Belanda di kota Jepara.
Penjelasan
Penulisan tanggal 21 -4-1879 seharusnya 21 April 1879.
Penulisan 11 orang seharusnya sebelas orang.
Penulisan 7 tahun seharusnya tujuh tahun.
Unsur Intrinsik Drama
Kerangka karangan
  1. kakek mendorong gerobak
    • siang hari matahari terik
    • berjalan tertatih-tatih
    • mendorong gerobak
    • gerobak berisi barang loak/bekas
  2. kakek beristirahat
    • beristirahat dekat gerobak
    • mengipas dengan koran bekas
    • perut terasa lapar •
    • makan tanpa menghiraukan orang
  3. kakek pulang
    • mendorong gerobak
    • wajah yang ceriah
    • perjalanan jauh
    • rumah kardus di bawah jembatan
    • tiba di rumah
Kerangka tersebut dikembangkan menjadi tiga paragraf. Setiap paragraf memiliki kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Karangan yang sudah selesai dibaca kembali dan dikoreksi untuk menghindari kesalahan.
Kata penghubung
Ketika membuat paragraf, tentu Anda memerlukan kata penghubung. Kata penghubung tersebut ada yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, kata dengan kelompok kata, kelompok kata dengan kelompok kata, kalimat dengan kalimat, dan paragraf dengan paragraf.
Kata penghubung dibedakan atas
  • kata penghubung intrakalimat
  • kata penghubung antarkalimat.
Kata penghubung intrakalimat adalah kata penghubung yang terdapat di dalam satu kalimat. Misalnya: dan, serta, lagi, tetapi, karena, kemudian, dll. Kata penghubung antarkalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat dengan kalimat (antarkalimat). Misalnya: akan tetapi, oleh karena itu, dengan demikian, dll.
Contoh:
Pada suatu hari Kusno sakit kepala. Ia tahu, bahwa sakit kepala itu segera akan hilang, jika ia dapat mengisi perutnya. Dua hari dua malam tak ada lain yang dimakannya selain daun-daun kayu. Ada terlayang dipikirannya untuk menjual celana 1001 itu, guna membeli sekedar makanan yang pantas dimakan manusia. Akan tetapi, lekas dibuangnya pikiran itu. Jikacelana itu dijualnya, perutnya kenyang buat beberapa detik, tetapi sesudah itu dengan apa akan ditutupnya auratnya? Sekali pula ada niatnya untuk mencuri barang orang lain, tapi Tuhan berkata, jauhi dirimu dari curi mencuri dan keluarga Kusno turun-temurun takut kepada Tuhan itu, sungguh pun belum pernah dilihatnya.
Begitulah Kusno tidak menjual celana, tidak mencuri, sering sakit kepala dan hidup dengan daun-daun kayu. Akan tetapi, ia hidup terus sengsara memang, tapi hidup dengan bangga. ...
(Kisah Sebuah Celana Pendek, Idrus)

Sumber : http://belajar.kemdiknas.go.id/

Posted By Pak3Haryanto7:31 PM