Showing posts with label Materi Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Materi Bahasa Indonesia. Show all posts

Monday, August 17, 2015

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

Berikut di bawah ini adalah struktur atau format penulisan surat lamaran kerja

1.Tempat dan tanggal penulisan
2.Perusahaan yang ditujukan
3.Salam hormat
4.Kata pengantar
5.Biodata pribadi
6.Pengalaman kerja dan skill
7.Harapan
8.Penutup

tips dalam membuat surat lamaran pekerjaan

1.Menggunakan bahasa yang baik dan benar
2.Format penulisan tersusun rapi dengan bahasa yang tidak bertele-tele
3.Surat lamaran kerja hendaknya ditulis secara manual dan memang anda yang membuatnya
4.Lengkapi dengan data-data yang dibutuhkan oleh perusahaan tempat anda melamar kerja
5.Lampirkan surat pendukung lainnya seperti sertifikat pengalaman kerja



Contoh surat lamaran kerja



Bali, 20 Maret 2014
Kepada Yth :
HRD PT NUSANTARA
Jl. Ahmad Yani No. 10 Singaraja Bali

Perihal : Lamaran kerja

Dengan Hormat

Berdasarkan informasi dari media cetak, koran Terpadu perihal lowongan pekerjaan di perusahaan tempat Bapak/Ibu pimpin. Melalui surat lamaran ini saya ingin mengajukan diri untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin guna mengisi posisi yang dibutuhkan saat ini. Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama                          : Fahrur Rozi
Tempat/Tanggal Lahir : Singaraja, 11 Agustus 1989
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Pendidikan                  : SMK Perhotelan Bina Lestari Bali
Alamat                        : Jl. Dewi Sartika No. 8 RT/RW 09/006
Telepon                       : 085252446757

Untuk melengkapi beberapa data yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan diwaktu yang akan datang, saya lampirkan juga kelengkapan data diri sebagai berikut :

1.Pas Photo.
2.Foto copy KTP
3.Daftar Riwayat Hidup
4.Foto copy Ijazah Terakhir
5.Foto copy Sertifikat Competensi
6.Foto copy Sertifikat PKL

Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenarnya dan atas perhatian serta kebijaksanaan Bapak/Ibu pimpinan saya mengucapkan terimakasih.


Hormat saya


Fahrur Rozi


Berikut ini adalah contoh-contoh surat lamaran kerja :
  1. Surat lamaran berdasarkan informasi job fair
  2. Surat lamaran berdasarkan informasi bursa kerja khusus
  3. Surat lamaran berdasarkan informasi Dinas Pendidikan
  4. Surat lamaran berdasarkan informasi dari seseorang
  5. Surat lamaran berdasarkan informasi lewat internet
  6. Surat lamaran berdasarkan informasi lowongan kerja
  7. Surat lamaran berdasarkan inisiatif sendiri


Latihan Soal

Posted By Pak3Haryanto11:03 PM

Saturday, April 11, 2015

Mind Map Unsur-Unsur Instrinsik Karya Sastra

Yang dimaksud unsur-unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Untuk karya sastra dalam bentuk prosa, seperi roman, novel, dan cerpen.
Unsur-unsur intrinsik karya sastra  ada tujuh: 1) tema, 2) amanat, 3) tokoh, 4) alur (plot), 5) latar (setting), 6) sudut pandang, dan 7) gaya bahasa.

Mind Map Unsur-Unsur  Instrisik Karya Sastra





Posted By Pak3Haryanto8:49 PM

Thursday, April 9, 2015

Mind Map Unsur Instrisik Novel

Yang dimaksud unsur-unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Untuk karya sastra dalam bentuk prosa, seperi roman, novel, dan cerpen.
Unsur-unsur intrinsik karya sastra  ada tujuh: 1) tema, 2) amanat, 3) tokoh, 4) alur (plot), 5) latar (setting), 6) sudut pandang, dan 7) gaya bahasa.

Mind Map Unsur Instrisik NoveL





Posted By Pak3Haryanto2:07 PM

Sunday, April 5, 2015

Resensi

Pengertian Resensi
Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda resentie atau bahasa Latin recensio yang berarti ‘memeriksa kembali’. Resensi berisi ulasan, tanggapan, pertimbangan, penilaian, perbincangan, dan apresiasi seseorang terhadap sebuah karya, baik itu buku, film maupun  karya lainnya. Nah, berarti resensi tidak terbatas hanya pada kegiatan mengulas sebuah buku, tetapi resensi juga  bisa  digunakan untuk mengulas sebuah film,  karya lainnya, seperti drama, teater, atau sebuah lukisan. Namun, yang akan kita pelajari kali ini terbatas pada resensi buku, terutama buku-buku pengetahuan. 

Resensi buku itu sendiri dapat diartikan sebagai kegiatan memberikan pertimbangan atau perbincangan sebuah buku yang baru diterbitkan. Resensi disebut juga timbangan buku/bedah buku. Atau, dalam bahasa Inggris, resensi adalah a book review/book report. Resensi buku bertujuan menunjukkan kepada pembaca mengenai buku yang diluncurkan. Dengan demikian, resensi buku sangat membantu pembaca untuk memiliki atau tidak buku yang diterbitkan



Manfaat Resensi
Ada beberapa manfaat  yang dapat dipetik dari kegiatan menulis  resensi, di antaranya

1.    Bahan pertimbangan
Tugas seorang penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya yang diresensinya apakah karya tersebut perlu mendapat sambutan atau tidak. Jadi, seorang penulis resensi yang baik sangat membantu pembacanya dalam menentukan pilihan.

2.    Sarana promosi buku
Resensi buku  merupakan salah satu sarana  untuk mempromosikan buku baru yang dihasilkan oleh sebuah penerbit. Oleh karena itu, penulis resensi, selain membantu penerbit mempromosikan buku baru, juga membantu penulis atau pengarang  untuk memperkenalkan bukunya  kepada khalayak.

3.    Nilai ekonomis
Manfaat lain jika kita menulis resensi adalah kita akan mendapatkan fee/uang dari penerbit buku tersebut atau mendapatkan buku-buku terbaru terbitan penerbit tersebut jika resensi buku yang kita tulis dimuat di surat kabar atau majalah. Kita juga bisa dikenal oleh penerbit buku sehingga penerbit dapat meminta kita untuk meresensi buku lain yang akan dicetak.

4.    Pengembangan kreativitas
Manfaat yang tak kalah pentingnya dari kegiatan menulis resensi adalah kita dapat mengembangkan kreativitas menulis. Semakin sering menulis resensi, semakin terasah pula kreativitas menulisnya. Secara tidak langsung kegiatan ini pun dapat mengasah intelektual dan kemampuan membaca dan memahami isi buku secara mendalam karena kita dapat mengetahui kelemahan dan keunggulan buku tersebut.

Identifikasi Buku

Setelah kamu mengetahui manfaat berlatih menulis resensi, langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk berlatih  menulis resensi buku adalah mengidentifikasi identitas buku. Identitas buku  yang biasanya dicantumkan dalam resensi adalah sebagai berikut

Judul
Judul buku hampir dipastikan berada di sampul atau halaman depan sebuah buku. Biasanya judul dicetak dengan huruf yang tebal dan besar serta berwarna lebih mencolok daripada tulisan lainnya, seperti nama pengarang atau penerbit.

Pengarang/penulis
Nama pengarang/penulis buku juga biasanya ada di sampul atau halaman depan sebuah buku. Umumnya nama pengarang diletakkan di halaman depan bagian atas, baik di sebelah kiri maupun kanan dengan tulisan yang tidak terlalu besar, tetapi tetap terlihat.

Penerbit
Sama halnya dengan nama pengarang/penulis. Nama penerbit juga biasanya ada di halaman depan sebuah buku. Umumnya nama penerbit diletakkan di halaman depan  bagian bawah, baik di sebelah kiri maupun kanan dengan tulisan yang tidak terlalu besar, tetapi tetap terlihat.

Tempat terbit
Informasi mengenai tempat terbit dapat ditemukan pada halaman berikutnya setelah sampul. Biasanya tempat  buku tersebut diterbitkan tidak  hanya mencantumkan nama kota/provinsinya, tetapi juga alamat tempat terbit dengan lengkap beserta nomor telepon, nomor faksimili, alamat  email, ataupun websitepenerbit.

Tahun terbit
Sama halnya dengan informasi tempat terbit. Informasi tahun buku tersebut diterbitkan pun dapat ditemukan pada halaman berikutnya setelah sampul. Ada beberapa buku yang tidak hanya menyebutkan tahun terbitnya, tetapi juga ditambah dengan bulan diterbitkannya buku tersebut, misalnya, Januari 2010.

Jumlah halaman/tebal buku
Tidak semua buku mencantumkan jumah halaman/tebal buku  pada  halaman berikutnya setelah sampul. Namun, ada beberapa buku yang mencantumkan jumlah halaman dan tebal buku di halaman berikutnya, misalnya, jumlah halaman/tebal buku: 194 dan ukuran buku: 17,6 x 25 cm.

Kualitas cetakan 
Informasi mengenai kualitas cetakan biasanya terdapat pada halaman berikutnya setelah sampul, tetapi tidak semua buku juga mencantumkannya.  Informasi yang dicantumkan adalah sudah  berapa kali buku tersebut dicetak.
Tempat terbit
Informasi mengenai tempat terbit dapat ditemukan pada halaman berikutnya setelah sampul. Biasanya tempat  buku tersebut diterbitkan tidak  hanya mencantumkan nama kota/provinsinya, tetapi juga alamat tempat terbit dengan lengkap beserta nomor telepon, nomor faksimili, alamat  email, ataupun website penerbit. 

Tahun terbit
Sama halnya dengan informasi tempat terbit. Informasi tahun buku tersebut diterbitkan pun dapat ditemukan pada halaman berikutnya setelah sampul. Ada beberapa buku yang tidak hanya menyebutkan tahun terbitnya, tetapi juga ditambah dengan bulan diterbitkannya buku tersebut, misalnya, Januari 2010.

Jumlah halaman/tebal buku
Tidak semua buku mencantumkan jumah halaman/tebal buku  pada  halaman berikutnya setelah sampul. Namun, ada beberapa buku yang mencantumkan jumlah halaman dan tebal buku di halaman berikutnya, misalnya, jumlah halaman/tebal buku: 194 dan ukuran buku: 17,6 x 25 cm.

Kualitas cetakan
Informasi mengenai kualitas cetakan biasanya terdapat pada halaman berikutnya setelah sampul, tetapi tidak semua buku juga mencantumkannya.  Informasi yang dicantumkan adalah sudah  berapa kali buku tersebut dicetak.

Merangkum Buku

Langkah berikutnya dalam berlatih menulis resensi adalah merangkum buku. Berikut ini adalah teknik merangkum buku.

1. Membaca buku minimal dua kali
Hal ini dimaksudkan agar kamu dapat  membaca buku tersebut secara kritis dan mendalam. Dengan membaca secara kritis dan mendalam kamu diharapkan dapat mengikuti alur berpikir  penulis buku. Dengan begitu kamu pun dapat menilainya dengan cerdas dan kritis untuk menemukan  kekuatan dan kelemahan buku tersebut.

2. Mencatat bagian-bagian penting dari setiap bab
Kamu dapat mencatat bagian-bagian (gagasan) penting/menarik dari setiap bab. Bagian-bagian penting tersebut tentu saja harus tetap berhubungan erat dengan judul buku atau judul bab buku tersebut. Hal ini dimaksudkan agar bagian penting yang sudah kamu catat tidak keluar  dari pembahasan buku tersebut secara umum.

3. Merangkaikan bagian penting menjadi satu ringkasan/sinopsis
Tahap selanjutnya setelah mencatat bagian penting  adalah merangkaikannya menjadi sebuah ringkasan/sinopsis. Hal yang perlu diingat ketika merangkaikannya adalah tidak asal-asalan dalam menggabung-gabungkan bagian-bagian penting  agar hasil resensimu tidak terkesan hanya menjejerkan bagian-bagian pentingnya.

4. Menyelaraskan sesuai kaidah bahasa
Tahap terakhir adalah menyelaraskannya sesuai kaidah bahasa atau Ejaan Yang Disempurnakan agar hasil resensimu menjadi sebuah karya yang apik dan berharga.

Menanggapi Isi Buku
Langkah yang tidak kalah penting dalam berlatih menulis resensi adalah menanggapi isi buku. Hal yang ditanggapi dari  sebuah buku secara berturut-turut adalah 

1. Identitas buku
Identitas buku telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Identitas buku yang dapat ditanggapi dapat dilihat dari kover/halaman depan, judul buku, pengarang/penulis, penerbit, tempat terbit, tahun terbit, jumlah halaman/tebal buku, dan kualitas cetakan. 

2. Keunggulan
Setidaknya sebuah buku memiliki keunggulan, misalnya, gaya penyampaiannya yang lugas sehingga memudahkan pembaca dalam memahami setiap gagasan penulis dalam bukunya. Atau, keunggulan buku tersebut adalah sangat detail dalam membahas masalah pokoknya.

3. Kelemahan
Ada keunggulan, tentu juga sebuah buku memiliki kelemahan, misalnya, bahasa dalam buku terlalu berbelit-belit dan banyak penggunaan ejaan yang kurang tepat. Atau, kelemahan buku tersebut adalah kurang mencantumkan data dan fakta sehingga pembahasannya kurang terpercaya.

4. Rekomendasi
Rekomendasi dimaksudkan agar pembaca resensi dapat mengetahui isi buku tersebut cocok dibaca oleh siapa, misalnya, oleh kalangan mahasiswa, akademisi, ibu rumah tangga, dan enterpreneur.

Meresensi Buku
Langkah terakhir adalah teknik menulis resensi buku, yaitu

1. Mengenali fisik buku (identitas buku)
Sebutkan identitas buku secara lengkap seperti yang telah dijelaskan di atas!

2. Mengemukakan tujuan penulisan buku
Tujuan penulisan buku adalah tujuan yang tercantum dalam buku yang akan diresensi/tujuan yang dikemukakan oleh penulis/pengarang buku.

3. Mengemukakan keunggulan dan kelemahan buku
Kemukakan keunggulan dan kelemahan buku  apa adanya sesuai dengan penilaian penulis resensi.

4. Menuliskan ikhtisar isi buku
Ikhtisar isi buku sangat penting dalam sebuah resensi agar pembaca dapat mengetahui garis besar isi buku tersebut.

5. Mengenal pasar/pembaca dari buku tersebut
Penulis resensi harus dapat menyimpulkan jenis buku yang diresensinya sehingga dapat memberikan rekomendasi mengenai  pasar/pembaca tersebut  dari kalangan mana.

Latihan Soal



Posted By Pak3Haryanto11:00 AM

Friday, March 27, 2015

Silogisme dan Entimem


Silogismes
Suatu proses penarikan simpulan secara deduktif. Silogisme termasuk penalaran deduktif secara tidak langsung karena dalam merumuskan simpulan disusun atas dua proposisi (pernyataan) yaitu premis umum dan premis khusus.
Ketentuan umum :
Premis Umum          : A = B
Premis Khusus         : C = A
Simpulan                 : C = B
Contoh:
Premis umum          : Semua pengendara sepeda motor  harus memakai helm
                                                      A                                              B
Premis Khusus         : Pahk Hamidun   pengendara sepeda motor
                                          C                                  A
Simpulan                 : Pak Hamidun   harus memakai helm
                                          C                      B
Ciri silogisme golongan adalah bahwa salah satu premis merupakan anggota premis lain. 
Silogisme Positif 
adalah silogisme yang premisnya berupa premis positif dan simpulan yang dihasilkanpun positif. 

Contoh: 
PU : Semua profesor pandai.
PK : Pak Habibi adalah profesor.
U : Pak Habibi pasti pandai.
    Silogisme Negatif      
              apabila suatu premis dalam silogisme bersifat negatif, maka simpulannya pun akan negatif. Biasanya dipakai kata tidak / bukan.
contoh:
PU : Siswa yang baik selalu mengerjakan pekerjaan rumah.
PK : Asep bukan siswa yang baik.
U : Asep tidak pernah mengerjakan PR. 
     Silogisme yang salah
a.) Terdapat 2 premis khusus 
b.) Dalam premis khusus, A tidak mejadi predikat. PU dan PK dihubungkan dengan B dan B menjadi predikat. 
PU : Semua A = B : Semua orang kaya mempunyai sikat gigi. 
PK : Semua C = B : Ayah saya mempunyai sikat gigi 
S : Semua C = A : Jadi Ayah saya orang kaya. 
c.) Jika PU hanya menyebutkan beberapa golongan. 
d.) Terdapat 2 premis yang negatif menyebabkan kesimpulan tidak dapat dipercaya.
       Silogisme Hipotesis 

PU : Jika tidak turun hujan, panen akan gagal. 
             PK : Hujan tidak turun. 
             S : Panen akan gagal. 
    Silogisme Alternatif (Disjunctive) 

PU : Ayah ada di rumah atau di kantor.
PK : Ayah ada di rumah.      
              S : Ayah tidak ada di kantor.
  Entimem
Entimem adalah silogisme yang dipendekkan. Entimem termasuk penalaran deduktif langsung karena hanya membutuhkan satu premis dalam menyusun simpulan.
Ketentuan Umum: S (C + B) karena PK (C + A)
Contoh:
Premis Umum          : Semua kepala madrasah memperhatikan anak buahnya
Premis khusus         : Drs. H. Cudlori Supaat, M. Ag. adalah kepala madrasah
Simpulan                 : Drs. H. Cudlori Supaat, M. Ag. memperhatikan anak buahnya
Entimem dari silogisme tersebut adalah:
Drs. H. Cudlori Supaat, M.Ag.   memperhatikan anak buahnya karena
                  C                                              B

Drs. H. Cudlori Supaat, M.Ag.   adalah kepala madrasah


Latihan Soal



Posted By Pak3Haryanto10:45 PM