Showing posts with label Menulis Paragraf Ekspositif. Show all posts
Showing posts with label Menulis Paragraf Ekspositif. Show all posts

Saturday, October 4, 2014

Parargraf Ekspositif


PARAGRAF EKSPOSITIF

Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang
      CIRI-CIRI PARAGRAF EKSPOSITIF
ü  bersifat nonfiksi/ilmiah
ü  bertujuan menjelaskan/memaparkan
ü  berdasarkan fakta
ü  tidak bermaksud mempengaruhi

MACAM/POLA PENGEMBANGAN  PARAGRAF EKSPOSITIF
– pola umum-khusus (deduksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat –kalimat pendukung yang khusus
– pola khusus-umum (induksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum
– pola perbandingan
Adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain, berdasarkan unsur kesamaan dan perbedaan, kerugian dengan keuntungan, kelebihan dengan kekurangan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan, seperti halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan)
– pola pertentangan/kontras
Adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata hubung (biarpun, walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu)
– pola analogi
Adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi
– pola pengembangan proses
Adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan proses terjadinya sesuatu
– pola pengembangan klasifikasi
Adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu
– pola pengembangan contoh/ilustrasi
Adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang bersifat abstrak. Kata penghubung (contohnya, umpamanya,misalnya)
– pola pengembangan difinisi
Adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca
– pola sebab akibat
Adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya
CONTOH-CONTOH PARAGRAF EKSPOSITIF
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah.Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.(pola pengembangan definisi)
Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan dibalik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata. (pola pengembangan contoh)
 Pemerintah akan memberikan bantuan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapatkan bantuan sekitar 10 juta.warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan sekitar 30 juta . Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawalan dari pihak LSM (pola pengembangan klasifikasi)
 Struktur suatu karangan atau buku pada hakikatnya mirip atau sama dengan suatu pohon. Bila pohon dapat diuraikan menjadi batang, dahan, ranting, dan daun, maka karangan atau buku dapat diuraikan menjadi tubuh karangan, bab, sub – bab, dan paragraf. Tubuh karangan sebanding dengan batang, bab sebanding dengan dahan, sub-bab sebanding dengan ranting, dan paragraf sebanding dengan daun.(pola pengembangan analogi)
 Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.Jadi, membentuk kepribadian baik seorang anak ibarat menulisi kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat (analogi)
  Lagu-lagu tersebut kurang memperhatikan nilai yang ingin ditanamkan paa diri anak dan lebih memperhatikan kebutuhan pasar. Jadi, temanya bersifat temporer karena mengikuti perubahan selera pasar. Unsur kesamaan yang masih ditemukan dalam kedua kelompok lagu ini ialah para pencipta lagu masih berusaha menciptakan irama yang gembira dan ritme yang sederhana, seperti dalam kehidupan anak-anak itu sendiri. (pola pengembangan perbandingan)

Posted By Pak3Haryanto11:37 PM

Thursday, October 2, 2014

Jenis-Jenis Paragraf

Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas :
1. Paragraf argumentasi
2. Paragraf eksposisi
3. Paragraf deskripsi
4. Paragraf persuasi
5. Paragraf naratif
1. PARAGRAF ARGUMENTASI
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca
Ciri-ciri paragraf argumentasi

  1.  bersifat nonfiksi /ilmiah
  2.  bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran
  3.  dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel, gambar dll
  4.  ditutup dengan kesimpulan

2.  PARAGRAF DESKRIPSI
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua yang ditulis oleh penulis
Ciri-ciri paragraf deskripsi

  1. Menggambarkan /melukiskan objek tertentu (orang, tempat, keindahan alam dll)
  2. Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek

3.  PARAGRAF EKSPOSITIF

Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang
Ciri-ciri paragraf Ekspositif

  1. bersifat nonfiksi/ilmiah
  2. bertujuan menjelaskan/memaparkan
  3. berdasarkan fakta
  4.  tidak bermaksud mempengaruhi
4.  PARAGRAF PERSUASIF
Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk seseorang atau pembaca agar melaksanakan /menerima keinginan penulis
Ciri-ciri paragraf persuasif

  1.  ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk pembaca
  2. bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca
  3. menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca

5.  PARAGRAF NARATIF
Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan serangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya
Ciri-ciri paragraf naratif

  1.  Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
  2. Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
  3. Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)

Posted By Pak3Haryanto10:18 PM

Tuesday, August 20, 2013

Soal Latihan & Tes Menulis Paragraf Ekspositif

Latihan


Tes

Posted By Pak3Haryanto4:40 PM

Menulis Paragraf Ekspositif

Pendahuluan


Untuk dapat  membuat paragraf ekspositif yang baik, Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut. Pertama, menentukan topik. Kedua, menentukan tujuan, ketiga memilih data, keempat membuat kerangka sesuai dengan topik, kelima mengembangkan kerangka atau menulis paragraf.  Terakhir, menyunting paragraf yakni, mencermati penggunaan ejaan, pilihan kata, dan susunan antarkalimat agar koheren dan kohesi. Topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif antara lain: cara mendaur ulang sampah, cara menggunakan alat komunikasi masa kini (mis. handphone), cara belajar yang efektif dan efisien, serta cara menurunkan berat badan.
Kompetensi

Kompetensi Dasar
Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf  ekspositif


Indikator

1. Mendefinisikan paragraf ekspositif

2. Menentukan topik-topik yang tepat untuk dikembangkan menjadi paragraf ekspositif

3. Menulis paragraf ekspositif berdasarkan gambar

4. Melengkapi paragraf ekspositif dengan kata berimbuhan

 

Materi



Anda pasti pernah menuliskan kalimat dalam beberapa paragraf! Akan tetapi, tahukah Anda jenis     
paragraf yang Anda tulis tersebut?
Berdasarkan jenisnya paragraf dibedakan menjadi paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, argumentatif, dan persuasif. Nah, apakah paragraf yang Anda tulis berupa ekspositif? Untuk itu mari kita identifikasi, misalnya, adanya pemerian, uraian, atau penjelasan informasi;  bersifat ilmiah/nonfiksi; bersumber dari hasil pengamatan, penelitian, atau pengalaman;  hubungan antarkalimatnya padu (kohesi dan koherensi). Apabila ya, maka paragraf tersebut termasuk paragraf ekspositif.  
Dalam paragraf ekspositif sesuatu dipaparkan dengan runtut sehingga permasalahan menjadi jelas. Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf  ekspositif bersifat ilmiah/nonfiksi. Sumber paragraf ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan,penelitian atau pengalaman.

Pengertian Paragraf Ekspositif
Jenis-Jenis  paragraf ekspositif




wanita gemuk2
Banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong, atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media massa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Selain itu, ada ada juga yang menawarkan metode tusuk jarum, sedot lemak, minum jamu, minum teh hijau, dan sebagainya. Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung mana cara yang paling efektif.

Penurunan bobot badan dengan olahraga dan diet itu syaratnya disiplin yang tinggi. Tidak heran jika banyak orang lebih suka potong kompas. Misalnya, dengan teknik sedot lemak. Cara ini, menurut Sadoso, bisa membantu melangsingkan tubuh, tetapi kalau pola makan tidak diubah, tubuh gampang menjadi gemuk lagi. Selain itu, penyedotan yang berulang kali akan meninggalkan bekas penusukan jarum. Menurut Sadoso, cara ini juga mustahil bisa mengecilkan bagian-bagian tertentu, misalnya betis yang besar. Hal ini disebabkan pada kegemukan alamiah bobot serta ukuran tubuh biasanya terbagi rata. Apalagi kalau memang tulangnya besar.

                                                                                                                                        
                                                      
Topik Paragraf Ekspositif

Macam-macam topik paragraf ekspositif



Contoh topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif.


  1. cara mendaur ulang sampah







     b. Cara menggunakan alat komunikasi masa kini (mis. Handphone)






     c. Cara belajar yg efektif dan efisien

     d. Cara menurunkan berat badan



Pola pengembangan karangan ekspositif ada bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas   pertanyaan bagaimana cara kerjanya, bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu terjadi).

Contoh:  cara mendaur ulang sampah

Pada contoh tersebut ada tahapan yang harus dilakukan, seperti memilah-milah sampah yang organik dan anorganik, memasukkan sampah tersebut ke tempat sampah organik atau anorganik, membawa sampah yang sudah dipilah ketempat pengolahan, sampah diolah, dan hasilnya siap dipasarkan.




1. Mengetahui perincian secara menyeluruh
2. Membagi perincian ke dalam tahap-tahap  kejadiannya..
Menulis Paragraf Ekspositif
Langkah-langkah menulis paragraf ekspositif
1.      menentukan  topik,
2.      menentukan tujuan paragraf,
3.      memilih data yang sesuai dengan topik,
4.      membuat kerangka paragraf sesuai gambar,
5.      mengembangkan kerangka menjadi karangan
6.      mengedit paragraf

Menyunting Paragraf
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pada saat menyunting paragraf adalah 
·         kesesuaian isi paragraf dengan topik
·         kesesuaian isi paragraf dengan kerangka
·         penggunaan kalimat yang koherensi (padu), kalimat pertama harus berkaitan dengan kalimat kedua. Kalimat kedua berhubungan dengan kalimat ketiga dst.
·   ejaan dan pilihan katanya (baku atau tidak, tepat atau tidak)
Kata Berimbuhan

Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.

1. Prefiks (awalan)

a. prefiks di- (contoh: dibawa, dipandang)

b. prefiks ter- (contoh: terlihat, terpandai, tertidur)

c. prefiks se- (contoh: serumah, seindah, sesudah)

d. prefiks ke- (contoh: kelima, kekasih)

e. prefiks pe- (contoh: pelari, penyair)

f. prefiks per- (contoh: perdalam, pertiga, pertuan)

g. prefiks me- (contoh: membesar, menepi, meraba) h. prefiks ber- (contoh: bersawah, beranak, beribu)

2. Sufiks (akhiran)

a. sufiks -kan (contoh: membersihkan, menduakan, mendewakan)

b. sufiks -i (contoh: mendatangi, diobati)

c. sufiks -an (contoh: undangan, bulanan, lapangan)

d. sufiks -nya (contoh: bajunya, buruknya, kencangnya)

e. sufiks -man; wan, wati (contoh: seniman, seniwati, wartawan, karyawati)


Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.
 3. Gabungan imbuhan
a. gabungan me -kan (contoh: meninggikan)
b. gabungan di -kan (contoh: didengarkan)
c. gabungan memper -kan (contoh: memperundingkan)
d. gabungan diper -kan (contoh: diperdebatkan)
e. gabungan mem + per + i (contoh: memperbaiki)
f. gabungan di + per + i (contoh: dipelajari)
g. gabungan ber -an (contoh: berpelukan)
h. gabungan ber -kan (contoh: bersandikan)

Sumber : http://belajar.kemdiknas.go.id/

Posted By Pak3Haryanto2:33 PM