Friday, April 4, 2014

PUISI PESAN PENCOPET KEPADA PACARNYA – RENDRA

Sitti,
kini aku makin ngerti keadaanmu
Tak ‘kan lagi aku membujukmu
untuk nikah padaku
dan lari dari lelaki yang miaramu

Nasibmu sudah lumayan
Dari babu dari selir kepala jawatan
Apalagi?
Nikah padaku merusak keberuntungan
Masa depanku terang repot
Sebagai copet nasibku untung-untungan
Ini bukan ngesah
Tapi aku memang bukan bapak yang baik
untuk bayi yang lagi kau kandung

Cintamu padaku tak pernah kusangsikan
Tapi cinta cuma nomor dua
Nomor satu carilah keslametan
Hati kita mesti ikhlas
berjuang untuk masa depan anakmu
Janganlah tangguh-tangguh menipu lelakimu
Kuraslah hartanya
Supaya hidupmu nanti sentosa
Sebagai kepala jawatan lelakimu normal
suka disogok dan suka korupsi
Bila ia ganti kau tipu
itu sudah jamaknya
Maling menipu maling itu biasa
Lagi pula
di masyarakat maling kehormatan cuma gincu
Yang utama kelicinan
Nomor dua keberanian
Nomor tiga keuletan
Nomor empat ketegasan, biarpun dalam berdusta
Inilah ilmu hidup masyarakat maling
Jadi janganlah ragu-ragu
Rakyat kecil tak bisa ngalah melulu

Usahakan selalu menanjak kedudukanmu
Usahakan kenal satu menteri
dan usahakan jadi selirnya
Sambil jadi selir menteri
tetaplah jadi selir lelaki yang lama
Kalau ia menolak kau rangkap
sebagaimana ia telah merangkapmu dengan isterinya
itu berarti ia tak tahu diri
Lalu depak saja dia
Jangan kecil hati lantaran kurang pendidikan
asal kau bernafsu dan susumu tetap baik bentuknya
Ini selalu menarik seorang menteri
Ngomongmu ngawur tak jadi apa
asal bersemangat, tegas, dan penuh keyakinan
Kerna begitulah cermin seorang menteri

Akhirnya aku berharap untuk anakmu nanti
Siang malam jagalah ia
Kemungkinan besar dia lelaki
Ajarlah berkelahi
dan jangan boleh ragu-ragu memukul dari belakang
Jangan boleh menilai orang dari wataknya
Sebab hanya ada dua nilai: kawan atau lawan
Kawan bisa baik sementara
Sedang lawan selamanya jahat nilainya
Ia harus diganyang sampai sirna
Inilah hakikat ilmu selamat
Ajarlah anakmu mencapai kedudukan tinggi
Jangan boleh ia nanti jadi propesor atau guru
itu celaka, uangnya tak ada
Kalau bisa ia nanti jadi polisi atau tentara
supaya tak usah beli beras
kerna dapat dari negara
Dan dengan pakaian seragam
dinas atau tak dinas
haknya selalu utama
Bila ia nanti fasih merayu seperti kamu
dan wataknya licik seperti saya–nah!
Ini kombinasi sempurna
Artinya ia berbakat masuk politik
Siapa tahu ia bakal jadi anggota parlemen
Atau bahkan jadi menteri
Paling tidak hidupnya bakal sukses di Jakarta

Rendra
Dari buku Sajak-Sajak Sepatu Tua, Pustaka Jaya, Jakarta, 1972

Posted By Pak3Haryanto9:09 PM

Kartu Animasi IPA Vokal

Vokal adalah bunyi bahasa yang arus udaranya tidak mengalami rintangan dan kualitasnya ditentukan oleh tiga faktor:
  1.   tinggi-rendahnya posisi lidah (tinggi, sedang, rendah)
  2.   bagian lidah yang dinaikkan (depan, tengah, belakang)
  3.   bentuk bibir pada pembentukan vokal itu (normal, bundar, lebar/terentang)
Klasifikasi vokal :
Berdasarkan bentuk bibir

· Vokal bulat → a, o, u
· Vokal lonjong → i, e
·     Berdasarkan tinggi rendah lidah
· Tinggi → i
· Tengah → e
· Bawah → a
·     Berdasarkan maju mundurnya lidah
· Depan → i, a
· Tengah → e
· Belakang → o

Untuk lebih lengkapnya, mari kita lihat bagan di bawah ini:
 


Berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut itulah kemudian kita memberi nama akan vokal-vokal tersebut,misalnya:
[ i ] adalah vokal depan tinggi tak bundar
[ e ] adalah vokal depan tengah tak bundar
[ ô ] adalah vokal pusaat tengah tak bundar
[ o ] adalah vokal belakang tengah bundar
[ a ] adalah vokal pusat rendah tak bundar

Posted By Pak3Haryanto8:35 PM

Thursday, April 3, 2014

Kartu Animasi IPA Konsonan



Dari peta konsonan disamping dapat kami jelaskan Bunyi-bunyi Konsonan dapat dibedakan menjadi tiga kriteria, yaitu :
1.      Berdasarkan Posisi Pita Suara.
a.      Bunyi bersuara terjadi jika pita suara terbuka sedikit lalu terjadi getaran pada pita suara itu.  b, d, g, dan c termasuk bunyi bersuara.
b.      Bunyi tidak bersuara terjadi jika pita suara terbuka agak lebar, sehingga tidak ada getaran pada pita suara itu. Bunyi s, k, p, dan t termasuk bunyi tidak bersuara.
2.      Berdasarkan Tempat Artikulasi.
a.      Bilabial, yaitu konsonan yang terjadi pada kedua belah bibir, bibir bawah merapat pada bibir atas. Bunyi yang termasuk konsonan bilabial adalah b dan p (bunyi oral) serta m (bunyi nasal).
b.      Labiodental adalah konsonan yang terjadi pada gigi bawah yang merapat pada bibir atas. Bunyi f dan v  termasuk bunyi konsonan labiodental.
c.       Laminoalveolar yakni konsonan terjadi pada daun lidah yang menempel pada gusi. Bunyi konsonan laminoalveolar adalah t dan d.
d.      Dorsovelar, yakni konsonan yang terjadi pada pangkal lidah dan velum atau langit-langit lunak. Bunyinya adalah k dan g .
3.      Berdasarkan Cara Artikulasi
a.      Hambat ( letupan, plosive, stop). Artikulator menutup sepenuhnya aliran udara, sehingga udara mampat dibelakang tempat penutupan. Kemudian penutupan dibuka secara tiba-tiba kemudian menyebabkan letupan. Bunyinya, yaitu p, b, t, d, k, dan g.
b.      Geseran atau Frikatif. Artikulator aktif medekati artikulator pasif, membentuk celah sempit, sehingga udara yang lewat mendapat gangguan di celah itu. Bunyinya f, s, dan z.
c.       Paduan. Artikulator aktif menghambat semua aliran udara, lalu membentuk celah sempit dengan artikulator pasif. Bunyinya adalah c dan j.
d.      Sengauan atau Nasal. Artikulator menghambat semua aliran udara melalui mulut. Tetapi membiarkannya keluar dengan bebas melalui rongga hidung. Bunyinya, m, n, dan ƞ
e.      Getaran ( Trill). Artikulator aktif melakukan kontak beruntun dengan artikulator pasif, sehingga getaran bunyi terjadi berulang-ulang. Contohnya konsonan r.
f.        Sampingan (lateral). Artikulator aktif menghambat aliran udara pada bagian tengah mulut, lalu membiarkan udara keluar melalui samping lidah. Contonya l.
g.      Hampiran (Aproksiman). Artikulator aktif  dan pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka (semi vocal). Konsonan bunyinya w dan y.

Posted By Pak3Haryanto12:00 AM

Wednesday, April 2, 2014

Kartu Animasi IPA Diftong

Di sebut diftong atau vokal rangkap karena posisi lidah ketika memproduksi bunyi ini pada bagian awalnya dan pada bagian akhirnya tidak sama. Ketidaksamaan itu menyangkut tinggi rendahnya lidah, bagian lidah yang bergerak, serta strukturnya. Namun, yang di hasilkan bukan dua bunyi, melainkan hanya semua bunyi karena berada dalam seperti satu silabel. Contoh Diftong dalam bahasa indonesia adalah /au/ seprti terdapat pada kata kerbau dan harimau. Contoh lain, bunyi /ai/ seperti terdapat pada katacukai dan landai. Apabila ada dua buah vokal berurutan, namun yang pertama terletak pada suku kata yang berlainan dari pada yang ke dua, maka di situ tidak ada diftong. Jadi, vokal /au/ dan /ai/ pada kata seperti bau  dan lain bukan diftong.
Diftong sering di bedakan berdasarkan letak dan posisi unsur-unsurnya, sehingga di bedakan adanya diftong naik dan diftong turun. Disebut diftong naik karena bunyi pertama posisinya rendah dari posisi bunyi yang kedua; sebaliknya kedua diftong turun karena posisi bunyi pertama lebih tinggi dari posisi  kedua. 
 

Posted By Pak3Haryanto11:49 PM